Doa Lintas Agama Awali Silaturahmi Kebangsaan

574
KEBANGSAAN : Silaturahmi Kebangsaan dihadiri berbagai elemen masyarakat dan agama, kegiatan di halaman Polres Batang, Jumat (15/12). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KEBANGSAAN : Silaturahmi Kebangsaan dihadiri berbagai elemen masyarakat dan agama, kegiatan di halaman Polres Batang, Jumat (15/12). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Sillaturahmi Kebangsaan dihadiri dari berbagai elemen agama. Dilaksanakan di halaman Polres Batang, Jumat malam (15/12). Kegiatan mengambil bertema Wejangan Kebangsaan, itu diawali dengan doa lintas agama Hindu, Kristen, Katolik, Budha, Islam dan Kong Hu chu.

Bupati Batang Wihaji dalam sambutanya mengatakan,  sejarah membuktikan bahwa negara Indonesia ini terlahir berkat jasa para pahlawan, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah mempersatukan berbagai masyarakat yang berlatar belakang berbeda Рbeda suku, agama, budaya dan ras, dengan melahirkan Pancasila sebagai dasar negara.

“Jangan tanamkan ajaran kebencian kepada penganut agama lain, karena ajaran kebencian tersebut dapat memecah belah antar umat beragama dan Bangsa Indonesia,” kata Wihaji.

Ia juga berharap ada sinergi antar instansi, antar agama, antar tokoh agama guyub rukun untuk memajukan Kabupaten Batang agar tidak terpengaruh oknum atau pihak lain yang bertujuan memecah belahkan kerukunan antar umat beragama maupun antar kelompok.

Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha mengatakan, selama menjabat Dandim di Batang, pihaknya belum menemukan konflik antar umat beragama, itu di karnakan masyarakat Batang mempunyai toleransi antar umat beragama. Namun sekarang musuh yang harus diperangi adalah narkoba dan ajaran kebencian yang dapat memecah belah umat dan bangsa.

“Untuk itu kita tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, janganlah cuek pada lingkungan sekitar, dan pererat hubungan silaturahmi, agar di Kabupaten Batang tercipta damai,” tegas Letkol Fajar Ali Nugraha.

Sementara Kapolres Batang AKBP Edi Sirunata Sinulingga, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka Hari Natal dan Tahun Baru 2018 serta akan datangnya Tahun Politik 2018-2019.

“Tepat sekali telah dilaksanakan kegiatan seperti ini karena dapat mempersatukan dan menyamakan persepsi dari¬† berbagai macam golongan atau kelompok,” ucap Edi Sirunata Sinulingga.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh isu yang mengatasnamakan agama yang mengarah ke unsur politik. “Toleransi sendiri sangat lah penting untuk menghindari terjadinya konflik antar umat beragama,” tandasnya. (han/zal)