POTENSI PAD: Kawasan Alun-Alun Kota Magelang menjadi salah satu titik yang dikaji untuk penerapan parkir elektronik. (DOK RADAR KEDU)
POTENSI PAD: Kawasan Alun-Alun Kota Magelang menjadi salah satu titik yang dikaji untuk penerapan parkir elektronik. (DOK RADAR KEDU)

MAGELANG – Dinas Perhubungan Kota Magelang telah melakukan kajian penerapan parkir elektronik di Kota Magelang. Sejumlah titik dikaji mengenai dampaknya dengan penerapan parkir elektronik.

“Lokasi yang kami kaji di kawasan Alun-alun kuliner Tuin Van Java depan supermarket Trio Plasa,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Suryantoro.

Meski demikian, menurut Suryantoro, pihaknya tidak serta merta gegabah menerapkan karena memerlukan kajian mendalam baik penerapannya serta dampaknya. “Secara lokasi memang sudah tepat dan sesuai. Namun akan kami kaji lebih mendalam,” kata Suryantoro.

Kabid Lalu Lintas dan Perparkiran Chandra Wijatmiko Adi menambahkan, pihaknya sudah melakukan studi banding di beberapa daerah mengenai penerapan parkir elektronik, contohnya di Jawa Timur serta Pekalongan. Kajian tersebut, menurut Chandra, diperlukan karena memikirkan dampak penerapannya.

“Parkir elektronik bisa jadi seperti e-Parkir atau sistem parkir elektronik seperti model di beberapa supermarket atau mal. Sistem yang mana yang tepat, belum kita tetapkan, namun ada gambaran salah satu sistem elektronik,” jelas Chandra.

Kajian menyeluruh juga sangat diperlukan terkait kewenangan pengelola sebab kawasan tersebut masuk dalam aset daerah. Jika sistem parkir elektronik jadi diterapkan, menurut Chandra, maka perlu dirumuskan apakah nanti masuk pajak atau retribusi. “Jika nantinya masuk pajak maka melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dan tinggal seperti apa pelaksanaanya. Jika nantinya masuk pada retribusi parkir maka kami juga akan segera merumuskan penerapannya,” jelas Chandra.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang Aktib Sundoko sebelumnya pernah menyampaikan bahwa Kota Magelang perlu menerapkan sistem parkir elektronik. Sebab, potensi pendapatan melalui parkir cukup besar di wilayah Kota Magelang sebagai kota jasa. “Perlu juga ada penerapan parkir otomatis atau parkir elektronik. Ya minimal ada salah satu percontohannya, mungkin bisa di kawasan Alun-alun. Pasalnya memang kita juga terkendala dengan lahan yang ada. Minimal yang sudah ada kita maksimalkan saja dulu,” jelas politisi Partai Nasdem tersebut. (cr3/ton)