LAGA PEMBUKA : Kompetisi Wanita Bengawan Cup 2017 dibuka oleh tim Jakartas 69 melawan tim Surakarta. Pertandingan berakhir imbang. (Radar Solo for Radar Semarang)
LAGA PEMBUKA : Kompetisi Wanita Bengawan Cup 2017 dibuka oleh tim Jakartas 69 melawan tim Surakarta. Pertandingan berakhir imbang. (Radar Solo for Radar Semarang)

SOLO – Kejuaraan sepakbola wanita Bengawan Cup III 2017 mendapat apresiasi besar dari Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora). Diharapkan muncul bibit-bibit pemain potensial untuk bisa memperkuat timnas sepakbola wanita Indonesia. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Games Jakarta-Palembang 2018 mendatang.

Kejuaraan yang disponsori Nendia Primarasa itu mulai digelar di Stadion Sriwedari kemarin (17/12). Diikuti tujuh tim yang dibagi menjadi dua grup. Yakni grup A dihuni Putri Surakarta, Jakarta 69, Siliwangi FC Bandung, dan Putri Kediri. Sementara grup B dihuni Putri Mataram Jogjakarta sebagai juara bertahan, Persijap Kartini Jepara, dan Football Plus Bandung.

Sayangnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi batal hadir di laga tersebut. Menpora diwakili Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto. Kemenpora mengapresiasi kejuaraan yang sudah digelar ketiga kalinya itu. Indonesia yang akan menjadi tuan rumah ASIAN Games harus segera membentuk timnas sepakbola wanita. Apalagi di tengah hiruk pikuk kejuaraan liga Indonesia, even kejuaraan sepakbola wanita masih sangat minim.

”Kami berharap ada kontinuitas untuk mengembangkan sepakbola wanita. Karena tepat tujuh bulan lagi Indonesia akan jadi tuan rumah ASIAN Games, dan salah satu cabang olahraga utama yang harus dipertandingkan adalah sepakbola wanita. Kalau kita tidak segera mempersiapkan diri, kita khawatir hanya akan jadi penonton,” jelas Gatot usai membuka pertandingan.

Gatot juga berharap PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia lebih komitmen untuk mengembangkan sepakbola wanita. Meski diakui, kompetisi sepakbola professional seperti Liga 1 dan Liga 2 rutin digelar setiap tahun, begitu pula dengan kelompok umurnya. Namun, sepakbola wanita masih belum berkembang.

”PSSI sudah berjanji memberi perhatian ke sepakbola wanita. Dari kejuaraan seperti ini seharusnya ada tim talent scooting untuk mencari bakat bergabung ke timnas,” imbuhnya.

Di sisi lain, laga pembuka mempertemukan tuan rumah Putri Surakarta melawan Jakarta 69. Pertandingan yang digelar 2X30 menit itu langsung berjalan ketat. Tim tuan rumah sempat mendominasi penguasaan bola di babak pertama. Namun, mereka justru berbalik tertekan lawannya di babak ke dua. Dua tim sama-sama punya peluang mencetak gol. Namun hingga akhir pertandingan skor berakhir imbang 0-0. Ratusan penonton tampak memadati tribun stadion tempat digelarnya PON pertama itu.

Manajer Putri Surakarta, Khalida Nawa Aprilia cukup puas dengan penampilan pemainnya. Meski cukup banyak membuang peluang emas mencetak gol. Apalagi tim lawan yang diarsiteki Rochi Putirai juga bermain bagus.

”Permainan anak-anak sudah luar biasa. Namun masih ada kekurangan terutama dalam hal komunikasi antar pemain. Selain itu, fisiknya cepat habis. Ini yang harus segera kita benahi,” tandasnya. (adi/jpr/zal)