Bertarung Menjadi Gamers Sejati

592
SERIUS : Para gamers online tengah asik memainkan gawainya untuk memenangkan kompetisi Game Legend, Sabtu, (16/12). (Dok. Artos Mall)
SERIUS : Para gamers online tengah asik memainkan gawainya untuk memenangkan kompetisi Game Legend, Sabtu, (16/12). (Dok. Artos Mall)

MAGELANG – Sekitar 64 tim dari berbagai daerah berkompetisi memenangkan pertarungan game online, Mobile Legend di Atrium Artos Mall, Sabtu, (16/12) lalu. Para gamers online itu bersaing memperebutkan total hadiah sebanyak Rp 6 juta.

Ratusan penonton pun ikut memadati area Atrium untuk menyaksikan tim yang dijagokan. Game Mobile Legend ber-genre massive online battle arena (MOBA) ini diminati semua kalangan usia. Mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Sedangkan aturan main yang diterapkkan menggunakan sistem gugur. Di mana dari 64 tim, akan disisakan 8 tim yang bertanding di final. Delapan tim terbaik tersebut adalah Doctor-1, Story, Pink Pony, Masuta, Flux Syndicate, I Hate Monday, Noobface, dan Doctor- 2.

Sedangkan hasil dari kompetisi kali ini, juara pertama diraih Tim Flux Syndicate asal Salatiga, juara kedua diraih oleh Tim Doctor – 1 asal Magelang, dan untuk juara ketiga oleh Masuta asal Jogjakarta.

Ketua Panitia Penyelenggara Hengki Aries mengatakan, kompetisi game online ini pertama kali diadakan di Magelang. Tujuannya untuk mewadahi gamers online, khususnya gamers Mobile Legend. Sekaligus mencari bibit tim andalan bagi Magelang, untuk dipersiapkan manakala ada kompetisi tingkat nasional.

“Ternyata animo mengikuti kompetisi ini cukup tinggi. Pesertanya dari Magelang, Jogjakarta dan Salatiga,” ujar Hengki.

Dia menuturkan, dalam waktu 3 hari saja, 64 slot yang dibuka langsung terpenuhi. Ia sempat menolak sekitar 50 tim pendaftar. “Karena kuotanya sudah habis,” ujarnya.

Menurutnya, pertandingan berlangsung tertib, dan kompetitif. “Bisa kita lihat emosi dari masing-masing tim saat bertanding. Bahkan peserta yang gugur tetap menyaksikan babak final,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Dewa Haidar, 17, mendukung adanya kompetisi game online. Dengan makin intensif digelar, keterampilan tiap gamers meningkat. (put/ton)