33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

704 Perempuan Jateng Jadi Korban Kekerasan

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

SEMARANG-Sepanjang 5 tahun terakhir, terjadi 2.116 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah korbannya 4.151 orang. Namun korban yang mengalami kekerasan seksual, sebanyak 2.222 perempuan.

Sedangkan selama tahun 2017, terdapat 352 kasus kekerasan, sebanyak 704 perempuan di antaranya menjadi korban kekerasan. Dan 555 perempuan atau 70,84 persen mengalami kekerasan seksual.

Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Informasi dan Dokumentasi Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Jateng, Witi Muntari, dalam konsolidasi ulama perempuan bersama Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Jateng, Minggu (17/12) kemarin.

Karena itu, pihaknya mendorong disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Sekarang semakin miris dan tragis beragam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku. Mulai melakukan perbudakan seksual, pelaku kelompok (rabe), dan pelakunya orang-orang terdekat korban seperti, ayah kandung, ayah tiri, paman, tetangga, guru dan lain sebagainya,” kata Witi Muntari.

Witi menilai kekerasan seksual memang sudah darurat dan membutuhkan penanganan khusus. Apalagi, banyak hambatan yang dihadapi oleh perempuan korban kekerasan seksual. Mulai tidak diakuinya kesaksian korban pada saat perempuan korban berani melaporkan kasusnya. Bahkan, tidak semua biaya pemulihan medis ditanggung oleh negara. Selain itu, pelayanan kusus untuk korban kekerasan seksual yang tidak tersedia di Rumah Sakit (RS).

“Tragisnya lagi, rendahnya putusan pengadilan untuk kasus-kasus kekerasan seksual anak. Sedangkan kalau usia dewasa, tidak dapat diproses hukum. Diperparah lagi, kuatnya stigma negatif terhadap korban kekerasan seksual baik di masyarakat maupun oleh tenaga-tenaga pemberi layanan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam berbagai situasi, korban kekerasan perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya saat proses pemulihan, tapi bagaimana mencegah supaya tidak terjadi kekerasan seksual dan proses-proses penanganan yang adil bagi korban kekerasan seksual.

“Kami melihat, tidak adanya peraturan secara kusus yang melindungi perempuan korban kekerasan seksual. Untuk itu, kami minta segera dihadirkan sebuah undang-undang yang melindungi perempuan korban kekerasan seksual,” tandasnya.

Ia mengatakan, saat ini RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sudah masuk dalam Prolegnas DPR RI dan sudah dibahas oleh tim panja (panitia kerja). Karena itu, proses advokasi harus terus dilakukan guna disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sesuai dengan hak-hak korban.

“Kami mendukung perempuan korban kekerasan seksual dan segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, serta strategi yang dapat dilakukan dalam pencegahan kekerasan seksual,” sebutkan.

Sebelumnya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng, Tazkiyatul Mutmainnah mengajak ibu-ibu Fatayat untuk menjaga anak-anaknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Pasalnya, kejahatan terhadap perempuan dan anak-anak semakin menggila akibat pengaruh globalisasi dan kecanggihan IT.

Diakuinya, Fatayat NU telah melakukan langkah konkret melalui pendampingan terhadap korban hingga ke ranah hukum. Fatayat juga telah memiliki Lembaga Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A). “Kami sudah memiliki sedikitnya 60 konselor yang telah mendapatkan pelatihan di 35 kabupaten/kota se-Jateng,” sebutnya. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Seru, Menghibur, dan Mendidik

SEMARANG - Event Antangin Junior Sports Festival 2017 digelar di lapangan sepakbola STO Unnes Semarang, Sabtu (9/12) kemarin berlangsung meriah. Gelaran festival olahraga ini,...

Walubi Dorong Pilkada Damai dan Tolak Politik Uang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Jateng mengajak masyarakat untuk bersama mewujudkan Pilkada damai dan menentang money politics dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak...

Lapor Jalan Rusak Lewat Aplikasi SIPU

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang kembali melakukan inovasi dalam memantapkan diri sebagai smart city. Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meluncurkan sistem informasi berbasis...

Lapas Magelang Diterobos Drone

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Lapas 2A Kota Magelang diketahui telah diterobos oleh pesawat tanpa awak atau drone. Padahal, kawasan lapas merupakan kawasan yang tidak diperkenankan...

Desa Jatirunggo Fokus Penuhi Kebutuhan Air Bersih

UNGARAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Jatirunggo Kecamatan Pringapus tengah fokus pembangunan fasilitas pendukung air bersih. Hal itu dikarenakan air bersih masih menjadi persoalan tahunan...

Istana Pamularsih, Kini Jadi Rumah Kumuh

Sebuah bangunan kuno di daerah Bongsari Jalan Pamularsih Dalam I, Kota Semarang ini, dahulu milik seorang Taipan bernama Oei Tiong Ham. Bangunan berlantai marmer...