33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Pelaku Batik Harus Terus Berinovasi

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mendorong agar pembatik bisa memiliki kompetensi di bidangnya. Selain itu, harus terus melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan benar-benar bisa bersaing di pasangan. Dengan cara itu mereka bisa bersaing sekaligus meningkatkan kualitas agar batik yang dihasilkan bisa memiliki kualitas unggul.

“Selama ini sertifikasi pembatik kurang banyak diketahui khalayak, sehingga nilai jual dari hasil karya batik kurang mendapat respons,” kata Rukma Setyabudi.

Ia mendorong bagi semua pengusaha untuk memberikan kesempatan bagi pembatiknya untuk bisa mengikuti kompetensi supaya mendapatkan sertifikat. Bila memang berkompeten, ada nilai lebih dari pembatik untuk menciptakan hasil karyanya. Karena sekarang persaingan semakin banyak dan jelas harus ada nilai lebih. “Jika tidak kalah bersaing jelas akan menjadi masalah. Apalagi Jateng merupakan gudang batik,” tambahnya.

Tidak diakui, sekarang ini jumlah pembatik di Jateng yang memiliki sertifikat kompetensi masih sangat terbatas. Daerah-daerah yang menjadi penghasil batik pun seperti Pekalongan, Solo, juga banyak pembatiknya yang belum kompeten. Padahal mereka (pembatik) dari daerah tersebut secara skil telah mendapatkan ilmu secara turun temurun. “Kalau secara lingkungan sudah membentuk pembatik, tentu tidak salah bila skil itu ditambah dengan sertifikat kompetensi akan semakin menambah nilai,” tambahnya.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik, Subagyo, mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan lembaganya kepada pembatik supaya bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Hanya saja kesadaran pembatik untuk melakukan uji kompetensi masih rendah. “Sebuah batik tidak saja dilihat dari motif melainkan juga dari warna dalam pola tersebut. Dengan demikian motif dengan warna menjadi seimbang tidak ada ruang dalam batik yang kosong,” katanya. (fth/bas)

Berita sebelumyaLintasan Atletik
Berita berikutnyaPetani Sulit Dapatkan Pupuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Beraksi Lebih Dari 18 Tempat

KENDAL—Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Weleri berhasil membekuk dua pelaku  pencurian  dengan kekerasan (curas). Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas di kakinya lantaran melawan...

Anggota DWP Harus Aktif Berorganisasi

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Kaum perempuan mempunyai banyak kontribusi dalam pembangunan Kota Salatiga. Selain itu, jumlah pejabat dari eselon 4 sampai eselon 2 yang merupakan...

Produsen Hoax Serang Anies dengan Sampah Bekasi

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap diserang hoax beberapa pekan terakhir. Yang terbaru adalah foto sungai penuh sampah di Bekasi. Kata penyebar...

Dosen dan Rektor Untidar Digojlok Akmil

MAGELANG—Unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Tidar (Untidar), Sabtu-Minggu (18-19/11) lalu, mengikuti pelatihan Bela Negara di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Totalnya, 262 peserta....

Upaya Pemkab Demak Ringankan Beban Warga Saat Ramadan dengan Pasar Murah

Kegiatan pasar murah yang digelar Pemkab Demak di 14 kecamatan mendapat apresiasi masyarakat. Warga berjubel sejak pagi untuk membeli sembako murah tersebut. Pemkab Demak...

Pertumbuhan Perbankan Jateng Menggembirakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kinerja perbankan Jateng hingga mendekati akhir tahun lalu cukup menggembirakan. Bahkan, pertumbuhannya melebihi rata-rata pertumbuhan perbankan secara Nasional. Kepala Otoritas Jasa Keuangan...