33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Targetkan Masuk Pasar Luar Negeri

Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

PABELAN – Desa Ujung-Ujung kecamatan Pabelan terus mendorong warga untuk mengembangkan usaha makanan yang kini sudah dijalankan. Beberapa usaha tersebut diantaranya ada usaha pembuatan keripik paru, keripik ceker, keripik belut, keripik singkong, enting-enting dan sejumlah makanan lainnya.

Satu yang cukup terkenal dari Desa ini ada keripik paru. Terdapat sejumlah pengusaha yang membuat keripik ini dengan hasil yang sudah dikirim ke sejumlah Kota sekitar seperti Salatiga, Semarang, Jogja, Solo, dan beberapa Kota lainnya.

Samroni (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Samroni (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Samroni, Kepala Desa Ujung-Ujung mengatakan bahwa dorongan demi dorongan terus diberikan dalam bentuk pencarian pasar sehingga produk dari warga Desa ini memiliki jangkauan yang lebih luas. ”Saya selalu mencarikan peluang untuk hal itu. Sedikit-sedikit saya bantu usaha-usaha ini,” kata dia.

Samroni memang menginginkan agar produk dari warga ini tidak hanya menambah kota tujuan pemasaran, tapi lebih jauh desa ini menargetkan agar produknya bisa menembus pasar luar negeri. ”Kita upayakan untuk bisa mencapai pasar luar negeri. Karena kami menilai ini memang potensi yang dimiliki oleh desa ini,” jelasnya.

Diceritakan olehnya, konsumen keripik ini memang cukup banyak. Bahkan tidak sedikit pula yang sampai datang ke desa ini untuk membeli keripik secara langsung dari pedagangnya.”Banyak memang yang datang ke sini. Para pedagang sebenarnya kendalanya hanya satu, yakni modal untuk meluaskan usahanya,” jelas Samroni.

Selain keripik, Desa ini juga memiliki kuliner berupa es cendol yang sudah tersebar pula di beberapa kota. Bahkan dari usaha es cendol ini sudah ada warga yang berhasil membeli rumah di kota tempat ia jualan.

”Kami dorong baik paru dan es cendol ini untuk bisa ke luar negeri. Kualitasnya memang bagus, kami menggunakan gula murni, sehingga ketika diminum itu es cendol kita tidak membuat sakit, tapi justru menyehatkan,” kata dia.

Samroni menjelaskan, dorongan kepada usaha ini tidak hanya untuk kepentingan para pengusaha saja. Namun, lebih luas juga untuk seluruh warga masyarakat Desa Ujung-Ujung. Sebab, dengan majunya usaha ini otomatis akan semakin membuka lapangan kerja bagi warga desa ini. Tentunya dengan dampak mengurangi pengangguran yang ada di desa Ujung-Ujung.

Dewi Lestari, 23, anak dari salah satu pengusaha keripik paru di desa Ujung-Ujung mengatakan, kebanyakan hasil produksi dari ibu mertuanya ini dikirim ke Solo. Selain keripik paru, usaha ini juga memproduksi sejumlah keripik lainnya, yakni keripik ceker dan juga keripik belut.”Karena memang paling banyak ke sana, ini ada slogan Solo juga,” jelas Dewi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dirinya mengatakan, usaha yang dijalankan ibu mertuanya ini juga telah memperkerjakan sejumlah tenaga yang tidak lain adalah tetangganya. Dirinya berharap, usaha ini dapat lebih berkembang sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi kepada sekitar. (sga/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Dana Terbatas, Fokus pada Skala Prioritas

BATANG-Pembangun di wilayah Kabupaten Batang akan menggunakan skala prioritas dan lebih fokus dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lantaran anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terbatas. Hal tersebut terungkap...

Atlet Sepatu Roda Butuh Sirkuit Khusus

MAGELANG—Atlet sepatu roda di Kabupaten Magelang berharap ada sirkuit khusus bagi mereka untuk berlatih. Satu sisi, selama ini berbagai penghargaan telah diraih atlet sepatu...

Makelar Kios Pasar Klewer Bisa Raup Miliaran Rupiah

Jawa Pos Radar Solo, Senin (16/4) mencoba menggali informasi tentang praktik jual-beli atau sewa kios di Pasar Klewer itu dari sejumlah pedagang pasar setempat. Salah satu...

Sinergi Bangun Keumatan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Peran organisasi kemasyarakatan dan keagamaan diperlukan untuk membangun Kabupaten Magelang. Terutama terkait masalah keumatan. Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu mitra...

Program Desa Mandiri Diklaim Entaskan Kemiskinan

UNGARAN - Program Desa Swadaya Mandiri yang digagas Kementerian Sosial dan dilaksanakan di Desa Ngrawan diklaim mampu mengentaskan keluarga miskin hingga 47 persen. Kepala Desa...

Polisi Lepaskan Joki Masuk Perguruan Tinggi, Setu Abdul Hadi Hanya Wajib Lapor

SEMARANG - Setu Abdul Hadi, 24, joki ujian masuk kedokteran Unissula akhirnya dilepas oleh penyidik. Mahasiswa semester delapan Fakultas Mipa Universitas Semarang (Unnes) ini...