KERIPIK PARU: Dewi Lestari, 23, pengusaha keripik paru sedang menimbang produk yang akan dikirim ke Solo.
KERIPIK PARU: Dewi Lestari, 23, pengusaha keripik paru sedang menimbang produk yang akan dikirim ke Solo.

PABELAN – Desa Ujung-Ujung kecamatan Pabelan terus mendorong warga untuk mengembangkan usaha makanan yang kini sudah dijalankan. Beberapa usaha tersebut diantaranya ada usaha pembuatan keripik paru, keripik ceker, keripik belut, keripik singkong, enting-enting dan sejumlah makanan lainnya.

Satu yang cukup terkenal dari Desa ini ada keripik paru. Terdapat sejumlah pengusaha yang membuat keripik ini dengan hasil yang sudah dikirim ke sejumlah Kota sekitar seperti Salatiga, Semarang, Jogja, Solo, dan beberapa Kota lainnya.

Samroni (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Samroni (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Samroni, Kepala Desa Ujung-Ujung mengatakan bahwa dorongan demi dorongan terus diberikan dalam bentuk pencarian pasar sehingga produk dari warga Desa ini memiliki jangkauan yang lebih luas. ”Saya selalu mencarikan peluang untuk hal itu. Sedikit-sedikit saya bantu usaha-usaha ini,” kata dia.

Samroni memang menginginkan agar produk dari warga ini tidak hanya menambah kota tujuan pemasaran, tapi lebih jauh desa ini menargetkan agar produknya bisa menembus pasar luar negeri. ”Kita upayakan untuk bisa mencapai pasar luar negeri. Karena kami menilai ini memang potensi yang dimiliki oleh desa ini,” jelasnya.

Diceritakan olehnya, konsumen keripik ini memang cukup banyak. Bahkan tidak sedikit pula yang sampai datang ke desa ini untuk membeli keripik secara langsung dari pedagangnya.”Banyak memang yang datang ke sini. Para pedagang sebenarnya kendalanya hanya satu, yakni modal untuk meluaskan usahanya,” jelas Samroni.

Selain keripik, Desa ini juga memiliki kuliner berupa es cendol yang sudah tersebar pula di beberapa kota. Bahkan dari usaha es cendol ini sudah ada warga yang berhasil membeli rumah di kota tempat ia jualan.

”Kami dorong baik paru dan es cendol ini untuk bisa ke luar negeri. Kualitasnya memang bagus, kami menggunakan gula murni, sehingga ketika diminum itu es cendol kita tidak membuat sakit, tapi justru menyehatkan,” kata dia.

Samroni menjelaskan, dorongan kepada usaha ini tidak hanya untuk kepentingan para pengusaha saja. Namun, lebih luas juga untuk seluruh warga masyarakat Desa Ujung-Ujung. Sebab, dengan majunya usaha ini otomatis akan semakin membuka lapangan kerja bagi warga desa ini. Tentunya dengan dampak mengurangi pengangguran yang ada di desa Ujung-Ujung.

Dewi Lestari, 23, anak dari salah satu pengusaha keripik paru di desa Ujung-Ujung mengatakan, kebanyakan hasil produksi dari ibu mertuanya ini dikirim ke Solo. Selain keripik paru, usaha ini juga memproduksi sejumlah keripik lainnya, yakni keripik ceker dan juga keripik belut.”Karena memang paling banyak ke sana, ini ada slogan Solo juga,” jelas Dewi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dirinya mengatakan, usaha yang dijalankan ibu mertuanya ini juga telah memperkerjakan sejumlah tenaga yang tidak lain adalah tetangganya. Dirinya berharap, usaha ini dapat lebih berkembang sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi kepada sekitar. (sga/bas)