Waspadai Mafia Pangan

Polda Jateng Sidak Pasar Tradisional

359
PANTAU HARGA: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Sekda Jateng Sri Puryono saat melakukan sidak harga sembako di Pasar Peterongan, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU HARGA: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Sekda Jateng Sri Puryono saat melakukan sidak harga sembako di Pasar Peterongan, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Jelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, biasanya akan diikuti meroketnya harga sembilan bahan pokok (sembako). Untuk mengantisipasi permainan harga bahan pokok yang disinyalir dilakukan oleh mafia pangan ini, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menginstruksikan seluruh jajarannya, baik di polrestabes/ polres melakukan pengecekan harga sembako di setiap pasar tradisional di wilayah masing-masing.

Kapolda sendiri, Jumat (15/12) kemarin, bersama Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Bahrul Hari, dan Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono, melakukan sidak di Pasar Peterongan, Semarang.

Dalam sidak ditemukan sejumlah komoditas justru turun harga bahkan anjlok, salah satunya bawang merah.

Salah satu pedagang, Wahyudi, mengatakan, dalam sepekan ini memang ada kenaikan harga untuk beberapa komoditas, namun mayoritas tidak tinggi. Sayuran mengalami kenaikan yang paling mencolok.

“Kangkung Rp 7 ribu sekarang. Seledri biasanya Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu, sekarang Rp 30 ribu per kilogram. Justru harga sayur-sayuran yang naik,” ujar Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Wahyudi mengatakan, perubahan harga paling terasa untuk komoditas bawang merah. Lebaran lalu, harganya mencapari Rp 90 ribu per kilogram. Namun mulai turun dari Rp 70 ribu, hingga kini anjlok Rp 20 ribu per kilogramnya. “Ini harganya Rp 20 ribu, kalau yang besar Rp 24 ribu. Ini turunnya karena musim panen,” tandas Wahyudi.

Dari data Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) yang dikelola tim pengendali inflasi daerah (TPID) Jawa Tengah, tertera harga Bawang Merah di Kota Semarang memang mengalami penurunan dengan rata-rata Rp 17.200 per kilogram.

Usai melakukan sidak, Kapolda Jateng menginstruksikan pengecekan harga kebutuhan pokok ini dilakukan di seluruh wilayah Jateng dengan mengerahkan anggota di setiap polres. Polda Jateng memang memiliki tim satgas pangan untuk melindungi warga dari spekulan harga.“Seluruh kabupaten/kota, kapolres tindaklanjuti arahan kapolri, seluruh jajaran. Kita melaporkan setiap hari, sampai tahun baru akan pantau terus,” tandasnya.