33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Theng Hong Dituntut 3 Tahun Penjara

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Direktur utama (Dirut) CV Sumber Alam Sakti, Theng Hong Sioe alias Soso dituntut tiga tahun penjara oleh jaksa Kejati Jateng, dalam sidang Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin.

Dalam tuntutannya JPU menyatakan, Soso dinilai telah terbukti bersalah melakukan pengemplangan pajak perusahaan ekspor kopi sejak 2007-2009 senilai Rp 2,4 miliar. Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU Endeono Wahyudi di hadapan majelis hakim yang dipimpin M Sutarwadi.

“Kami menuntut terdakwa Theng Hong Sioe alias Soso dengan pidana selama tiga tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalaninya,” kata JPU Endeono usai sidang, Jumat (15/12).

JPU menganggap, perbuatan Soso telah terbukti melanggar Pasal 39 ayat 1 huruf b,c,f, Pasal 39 ayat 1 huruf c,d,g dan Pasal 39 ayat 1 huruf C,D dan g undang-undang nomor 6 tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

“Kami juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 4,9 miliar. Dengan ketentuan, apabila dalam waktu sebulan tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk melunasi tanggungan pajak yang tidak dibayarkan,” sebutnya.

Atas tuntutan itu, Soso melalui kuasa hukumnya menyatakan keberatan. Pihaknya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi).

“Kami minta waktu seminggu untuk menyusun nota pembelaan atas tuntutan jaksa,” kata Soso melalui kuasa hukumnya singkat.

Perlu diketahui, Soso didakwa merugikan keuangan negara dari sektor pajak sebesar Rp 2,4 miliar. Sebab, Soso tidak membayarkan pajak kepada negara sejak 2007 hingga 2009 dari perusahaan yang bergerak di sektor ekspor tersebut.

Terdakwa merupakan direktur utama CV Sumber Alam Sakti yang kantornya berada di kawasan Industri Terboyo Semarang. Perusahan yang bergerak di bidang ekspor kopi tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai pengusaha kena pajak sejak 2001.

Namun sejak 2007 hingga 2009, terdakwa tidak melaporkan SPT tahunan PPH badan ke kantor pajak Semarang. Selain itu, terdakwa sebagai pimpinan juga tidak melaporkan terkait PPN kepada pemerintah.

Selain tidak melaporkan SPT tahunan untuk PPH badan dan PPN, terdakwa juga tidak melaporkan penghasilan dari usaha ekspor tersebut. Terdakwa juga diketahui tidak melaporkan adanya penghapusan hutang dari bank sebesar Rp 10 miliar yang menjadi acuan penetapan pembayaran pajak kepada perusahaan terdakwa.

Akibat perbuatan terdakwa yang tidak melaporkan SPT tahunan PPH badan, PPN serta penghasilan perusahaan sejak 2007-2009, maka negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,4 miliar. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menuju Normal

Tidak ada yang kaget. Ya kan? Padahal Indonesia sudah melewati angka 10.000. Anda pun kelihatannya tidak. Perasaan umum seperti biasa-biasa saja. Angka 10.000 itu seperti...

Rekrut Dua Pemain, Coret Tiga

SEMARANG – Tim BJL 2000 Shiba Semarang merekrut dua pemain baru. Keduanya akan dibawa bertarung pada lanjutan kompetisi futsal terbesar di Tanai Air, Pro...

Konsumen Sambut Baik, Agar Anak-Anak Tak Sembarangan Bisa Memakai

Kepastian pengenaan cukai tinggi pada rokok elektrik atau liquid vape sebesar 57 persen oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, disambut baik oleh...

Fokus Pemberdayaan Perempuan

SEMARANG – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah) terus fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan syariah. Segmen ini dibidik karena dinilai memiliki...

Lapak Kosong Akan Diserahkan ke PPJP

SEMARANG - Sebanyak 551 pedagang Pasar Pedurungan dijadwalkan akan boyongan ke bangunan baru berlantai dua di Jalan Fatmawati Semarang pada Senin (16/1) mendatang. Luasan...

Ganjar Minta Gaji Perawat Honorer Minimal UMK

SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gaji perawat honorer seharusnya tidak lebih kecil dari upah minimal kabupaten/kota (UMK). Dengan jumlah perawat honorer tiap...