33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Terpikat Profesi PR

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MENJADI seorang public relations atau PR adalah sebuah obsesi sekaligus cita-cita Mega Amalia. Ya, dara kelahiran Semarang, 17 Juli 1990 ini, mulai memutuskan menjadi seorang public relations ketika masih duduk di bangku SMA.

“Dulu awalnya lihat profil seorang public relations di koran, nah dari situlah saya punya obsesi sekaligus cita-cita,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mega –sapaan akrabnya—pun memilih kuliah di D3 Public Relations Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk mewujudkan obsesinya itu. Setelah 3 tahun kuliah, pada 2012, ia dinyatakan lulus. Selanjutnya, Mega meneruskan kuliah S1 Ilmu Komunikasi di FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo.

“Ilmu komunikasi bukan hanya pada nilai kuliah saja. Kecakapan dalam berbicara harus dengan praktik. Dari situ saya membekali diri dengan kegiatan-kegiatan yang menunjang ilmu saya selama kuliah,” jelasnya.

Untuk mengasah soft skill-nya tersebut, Mega pernah menjadi penyuluh di PKBI tentang kesehatan reproduksi, tour guide di Borobudur, bahkan menjadi asisten dosen. Hal itu dilakukan untuk mengasah skill komunikasi untuk dunia kerja yang diidamkan.

Dengan pengalaman segudang itulah, ia sempat menjadi public relations di Oak Tree Hotel, hingga saat ini menjadi public relations di Grand Candi Hotel Semarang. “Bagi saya dalam dunia kerja, yang diperlukan adalah pengalaman. Jadi, harus memperbanyak pengalaman sedini mungkin,” ucapnya.

Mega mengaku, tantangan menjadi public relations kini dia hadapi, seperti membuat event yang megah, namun dengan budget seminim mungkin. Menjaga relasi dengan stakeholder dan lainnya.

Di sela kesibukannya, Mega masih menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya, berenang. “Biasanya sepekan sekali saya berenang untuk refreshing sekaligus olahraga,” tuturnya.(den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Wungurejo Gelar Aksi Keprihatinan Terkait Pembebasan Tol Semarang-Batang

KENDAL—Sejumlah massa dari warga Desa Wungurejo, Kecamatan Ringinarum yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang menggelar aksi keprihatinan. Massa yang berjumlah puluhan orang itu, menggelar...

Dua Pembobol ATM Dimassa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua pembobol rekening di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) babak belur dihajar massa di Sumurboto, Banyumanik. Keduanya dihakimi warga setelah tepergok...

Job Fair Untag 2018

RADARSEMARANG.COM - UNTAG Semarang akan menyelenggarakan Job Fair pada Jumat dan Sabtu (27-28/7) 2018 bertempat di Aula Graha Kebangsaan Kampus Merah Putih UNTAG Semarang,...

Tewas Terlindas KA

KAJEN-Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali memakan korban, seorang pengendara sepeda onthel, Sabtu (23/9) kemarin. Kali ini terjadi di Dukuh Gempol Desa Tanjungsari,...

Mana Bisa Ada Trump dan Ing-wen

Oleh: Dahlan Iskan Aneh. Tiba-tiba dingin. Tidak ada lagi perang kata dan opini. Menyesalkah? Bahwa perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok ini hanya akan merugikan...

Desa Penghasil Kerajinan Tenggok

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kerajinan tenggok yaitu keranjang yang terbuat dari anyaman bambu di Kabupaten Semarang terancam punah. Pasalnya, minimnya ketersediaan bahan baku menjadi faktor...