SOSIALISASI: Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Kota Magelang, Satlantas Polres Magelang Kota, dan Satpol PP Kota Magelang mengumpulkan puluhan perwakilan juru parkir, Kamis (14/12) lalu. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
SOSIALISASI: Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Kota Magelang, Satlantas Polres Magelang Kota, dan Satpol PP Kota Magelang mengumpulkan puluhan perwakilan juru parkir, Kamis (14/12) lalu. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG—Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru—serta dalam upaya mengantisipasi kemacetan dan kelancaran arus lalu lintas– Dinas Perhubungan mengumpulkan puluhan perwakilan juru parkir se-Kota Magelang. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Satlantas Polres Magelang Kota. Tujuan kegiatan ini untuk menyosialisasikan ketentuan parkir di wilayah Kota Magelang. Utamanya, sepanjang Jalan Pemuda, kawasan Pecinan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Suryantoro, mengatakan, pihaknya sengaja mengundang para juru parkir (jukir) agar dapat menyamakan persepsi tentang ketentuan parkir. “Karena selama ini kawasan Pecinan merupakan titik pertemuan, sehingga masalah parkir menjadi perhatian kami. Tidak dapat disangkal, pengaturan parkir di kawasan itu menyumbang padatnya jalan,” kata Suryantoro.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi, menambahkan, dalam pertemuan tersebut, jukir sepakat menerapkan pengaturan posisi parkir untuk kendaraan roda dua. Yakni, posisi dua lajur, dengan kemiringan 30 derajat. Ketentuan ini sebenarnya sudah berlaku sejak dulu, namun tidak berjalan. “Untuk roda dua yang satu, diterapkan lurus dan satu lajur dengan kemiringan 30 derajat. Khusus mobil, parkir 60 derajat kemiringan.”

Chandra menyampaikan, yang sangat utama adalah posisi parkir mobil, karena ketika posisi parkir sudah salah, maka dipastikan jalan menjadi macet. “Karena saat mobil keluar akan memakan jalan.” Untuk itu, Chandra mengatakan, pihaknya akan menerjunkan tim untuk mengawasi pelaksanaan peraturan tersebut. “Nantinya akan kami tempatkan para petugas di titik-titik tertentu. Jika ada jukir yang tidak melaksanakan pengaturan, akan kami tegur.”

Kaur Bin Ops Lantas Polres Magelang Kota, Aiptu Sulis memprediksi saat libur Natal dan Tahun Baru, akan melintas 5.000-10.000 kendaraan ke Kota Magelang. “Terlebih, direncanakan akan ada acara di Alun-Alun Kota Magelang pada malam Tahun Baru. Sehingga dipastikan banyak titik macet yang terjadi.” Yang pasti, pada saat malam Tahun Baru, akan ada penutupan jalan menuju ke Alun-Alun Magelang sejak pukul 16.00. (cr3/isk)