Paceklik, HSNI Bagikan Beras 60 Ton

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

BATANG – Memasuki bulan Desember yang bersamaan dengan musim badai, membuat nelayan pantura khususnya di Batang mengalami musim paceklik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) membagikan bantuan beras kepada nelayan sebanyak 60 ton.

“Beras paceklik ini merupakan program tahunan yang dikoordinir oleh HNSI Kabupaten Batang dengan sumber dana yang diambil dari hasil penjualan para nelayan sebesar 0,5 persen,” terang Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, saat pembagian beras di halaman KUD Ngupoyo Mina, pada Jumat (15/12).

Menurut Teguh, pembagian beras paceklik kepada nelayan di daerahnya dilaksanakan setiap tahun pada bulan Desember. Hal tersebut dilakukan dalam rangka membantu perekonomian para nelayan Batang yang notabene bulan Desember merupakan bulan yang sering terjadi badai, sehingga para nelayan tidak bisa melau. Otomatis penghasilan berkurang. Beras paceklik, dibagikan sejak tanggal 12 Desember kemarin hingga 17 Desember 2017 mendatang.

Pembagian dibagi dalam dua tahap, khusus nelayan Batang dibagikan mulai dari tanggal 12-13 Desember. “Setiap nelayan aktif kita beri 5 kg beras. Sedangkan untuk nelayan musiman dan janda nelayan masing-masing diberikan jatah beras Rp 2,5 kg,” ujarnya.

Pembagian beras untuk nelayan pendatang dilaksanakan dari tanggal 15-16 Desember. Beras paceklik diberikan kepada nelayan Kragan sebanyak 30 kg, Nelayan Bundes, Obor dan Teri sebanyak 15 kg serta nelayan Galaxi sebanyak 10 kg.

“Untuk nelayan Roban Barat, Roban Timur, Celong dan Siklayu akan kita kirimkan pada tanggal 17 Desember nanti. Akan kita bagikan untuk nelayan Roban Barat dan Timur sebanyak 1200 kg, Kemudian nelayan Celong 1.000 kg dan nelayan Siklayu 750 kg,” bebernya.

Sementara, Danramil 10/Batang, Kapten Inf Abdul Mutholib yang ikut hadir dalam pembagian beras paceklik berpesan kepada para nelayan Batang untuk tetap sabar dan tawakal serta menerima kenyataan meskipun secara drastis penghasilan para nelayan menurun.

Disamping itu, Mutholib juga mengingatkan agar para nelayan dapat bersikap dewasa berkaitan dengan adanya larangan dari pemerintah untuk menggunakan cantrang.

“Karena kebijakan tersebut juga bertujuan dalam rangka menjaga kelangsungan perkembangbiakan ikan dengan harapan hasil laut akan dimanfaatkan untuk sumber penghidupan anak cucu kita di masa yang akan datang,” ungkap Mutholib. (han/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -