Keluarga Yoga Berharap Hasil Tes DNA Pelaku

495
DATANG: Subarso (kiri), keluarga korban pembunuhan mendatangi Polres Kendal yang ditemui oleh Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DATANG: Subarso (kiri), keluarga korban pembunuhan mendatangi Polres Kendal yang ditemui oleh Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Keluarga korban Yoga Gatot Pratama, karyawan BRI yang tewas terbunuh mendatangi Polres Kendal. Yakni Subarso, ayah mertua korban. Kedatangannya untuk menanyakan perihal hasil tes DNA terhadap mayat yang diduga Jumadi, terduga pelaku pembunuhan.

Kedatangan Subarso langsung ditemui oleh Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar. Subarso mengaku jika pihak keluarga masih menyangsikan jika mayat yang ditemukan mengambang di sungai Kali Kuto itu merupakan mayat Jumadi.

“Bisa saja itu mayat orang lain, tapi pihak keluarga pelaku mengiyakan untuk menyelamatkan pelaku dari jeratan hukum. Makanya kami ingin mengetahui tes DNA apakah betul itu mayat Jumadi atau bukan,” katanya, kemarin.

Selain itu, ia juga mohon kepada penyidik untuk mengembangkan penyilidikan kasus pembunuhan terhadap anak menantunya. Sebab ia meyakini pembunuh Yoga lebih dari satu orang. “Kami curiga ada pelaku utama lain yang turut serta menghabisi nyawa anak kami selain Jumadi,”  tandasnya.

Pihaknya mengaku akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Hal itu lantaran kepergian Yoga telah meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi anak perempuannya. Yakni istri Yoga yang kondisinya tengah hamil janin Yoga.

Sementara Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengaku jika sejauh ini pihak penyidik belum belum melakukan tes DNA terhadap mayat pelaku. Hal itu lantaran dari sejumlah kesaksian meyakini betul jika itu adalah mayat pelaku Jumadi.

Keyakinan pertama dari keterangan istri Jumadi yang menyebutkan dari ciri-ciri fisik, mayat yang sudah tidak dikenali rupanya itu adalah mayat Jumadi. “Yakni ditemukan dua bekas luka operasi di perut Jumadi,” tandasnya.

Selain itu dari pakaian, disebutkan jika pakaian yang dipakai tersebut adalah pekaian yang pernah dibeli oleh istri pelaku di Pasar Weleri. “Selain itu keterangan dari saksi lain yang mengatakan jika jaket dipakai tersebut adalah jaket terakhir dipakai Jumadi,” jelasnya.

Tes DNA menurutnya akan dilakukan jika memang nantinya dibutuhkan penyidik. “Sampel darah sudah kami ambil. Jika memang dibutuhkan akan kami lakukan dengan mencocokkannya dengan anak pelaku,” tambahnya. (bud/bas)