Dinkes Lakukan Imunisasi Ulang

590

BATANG – Kembali mewabahnya bakteri mematikan difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang akan menggelar imunisasi ulang difteri. Terutama, daerah di sekitar pasien yang dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.

“Bakteri difteri menyebar lewat drop lap (cipratan ludah) atau barang yang terkena kuman difteri dari pengidap. Untuk itu, kita harus antisipasi segera. Khususnya orang yang sudah berhubungan dengan penderita,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Batang dr Hidayah Basbeth, Jumat (15/12).

Satu lokasi yang segera disasar tim Dinkes adalah tetangga pasien KS, 6, warga dari Desa Penundan Kecamatan Banyuputih, khsusnya yang selama dua minggu terakhir bertemu atau dekat dengan pasien. Pihaknya akan berikan imunisasi tambahan berupa ORI (Outbreak Response Immunization), kepada orang  dari usia 1 tahun sampai dewasa.

Imunisasi ulang ini sudah mulai dilakukan, untuk umur kurang dari 5 tahun diberikan vaksin DPT, HB, HIB dan untuk umur 5 tahun sampai 7 tahun vaksin DT, umur 7 tahun sampai dewasa TD supaya tahan terhadap bakteri difteri.

Sebelumnya Dinkes melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar pasien yang positif difteri. Dengan mengusut dari mana dia datangnya difteri, dimulai dari tempat tinggal pasien, hingga dua minggu ke belakang sampai ke daerah Cilacap saat mengunjungi neneknya.

“Kami duga, kuman difteri kemungkinan saat pasien KS di Cilacap, karena penderita tersebut berpergian ke sana, dua minggu sebelum kena, karena di sekitar tempat tinggal tidak ada sejarah warga yang kena difteri,” kata dr Basbeth.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Cilacap dalam mengusut kasus difteri ini. Namun hal tersebut masih berupa dugaan, bukan berarti pasien memang terkena di daerah Cilacap, tapi berdasarkan hitungan infeksi dan akhirnya sakit.

Dijelaskan lebih lanjut, sejak ada kasus suspect difteri warga Batang, dilaporkan ada dua orang. Yang pertama KS, 6, warga Banyuputih dan HA, 15, warga Gringsing. Namun keduanya negatif, dan sekarang masih di rawat di Rumah Sakit Tugu Semarang. Pasein KS sendiri akan diberikan perawatan penuh selam 10 hari mendatang, hingga dinyatakan bersih total.

“Untungnya pasien KS, sudah melakukan imunisasi sebelumnya, sehingga gejala difterinya masih level ringan, bukan sedang atau berat. Beda dengan pasien dari Kendal, yang tidak pernah imunisasi, sehingga langsung sakit parah dan meninggal,” tandasnya.

Pihaknya juga sudah melakukan himbauan kepada semua pihak, juga perintah 3 Rumah Sakit, RSUD Kalisari, RSUD Limpung dan RS QIM agar bersiap jika ada. Minimal dengan membuat ruang isolasi khusus Difteri. (han/zal)