SEMARANG – DPRD meminta agar Pemprov bisa benar-benar menjaga dan merawat jalan di Jateng dengan maksimal. Apalagi, anggaran infrastruktur di tahun 2018 hanya sebesar Rp 854 miliar. Dewan meminta ada prioritas agar anggaran bisa digunakan maksimal tanpa ada kerusakan di jalan se Jateng.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Benny Karnadi mengatakan, anggaran infrastruktur mengalami penurunan di tahun 2018. Dari tahun 2013, nilai anggaran untuk pembangunan jalan Rp 529 miliar, pada 2014 menjadi Rp 922 miliar, selanjutnya di 2015 naik menjadi Rp 1,8 triliun. Bahkan di 2016, alokasinya sangat besar menjadi Rp 2,1 triliun di 2017, dan berkurang menjadi Rp 854 miliar di tahun depan. “Pengurangan anggaran ini jangan jadi alasan untuk kendala infrastruktur di Jateng,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi jalan di Jateng sudah relatif bagus dan kuat. Saat ini setidaknya ada sekitar 500 jalan sedang dikerjakan dari sekitar 1.000 kilometer jalan yang ada di Jateng. Ia mengapresiasi pembangunan tersebut karena pemerintah terus melakukan pembenahan. Namun, ia menyarankan, pembangunan tersebut bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami berharap pemprov bisa menyelaraskan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Bambang NK tidak menampik jika anggaran infrastruktur berkurang. Meski begitu, pihaknya mentargetkan seluruh jalan provinsi sudah dibeton tahun 2018. Sebab dalam pelaksanaanya jelas ada sejumlah fokus yang dikerjakan. Pertama, akses menuju perbatasan Jatim, Jabar maupun DI Jogjakarta.

Selanjutnya jalan yang menjadi jalur wisata. Bahkan saat ini pihaknya sedang melakukan penanganan di jalur Sosebo (Solo, Selo, Borobudur). “Karena Jalur tersebut menjadi kawasan strategis pariwisata nasional, mengingat pada 2018 akan terintegrasikan dengan jalur Tol Bawen-Jogjakarta,” katanya. (fth/ric)