Bos Klinik Natural Care Divonis 1 Bulan 17 Hari

2547

SEMARANG – Shahid Nazir, pemilik Klinik Natural Care di Jalan Supriyadi No 65B Kota Semarang divonis pidana selama satu bulan 17 hari dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Ia dinilai bersalah menjual obat-obatan tradisional yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) sehingga dianggap ilegal.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Yosy Budi Santoso, yang menangani perkara tersebut mengaku, perkara tersebut telah diputus akhir pekan lalu. Sidang dipimpin majelis hakim Lasito. Atas vonis itu, baik dirinya maupun terdakwa dan kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Ia mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Perkara itu sudah divonis, Shahid divonis majelis hakim selama satu bulan 17 hari. Jadi, terdakwa tetap ditahan, karena masa penahanannya belum habis,” kata Yosy kepada wartawan, Jumat (15/12).

Dikatakan Yossy, dalam kasus itu, Shahid dituntut pihaknya selama 3 bulan penjara, denda Rp 2 juta subsider sebulan kurungan. Pasalnya, Shahid dianggap melakukan perbuatan melawan hukum. Yakni, sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar selama membuka praktik pengobatan dengan menggunakan obat herbal.

“Terdakwa mengobati pasien penderita penyakit ambien (pelebaran pembuluh darah vena di rektum), analfistula (penyakit bisul bernanah yang berada di sekitar anus), batu ginjal dan batu empedu,”jelasnya.

Kepada pasiennya, terdakwa memberikan obat herbal hasil racikan sendiri berbentuk kapsul. Selain menjual ke pasien, Shahid juga memasarkan obat herbalnya secara online meski tidak memiliki izin edar.

Menanggapi putusan itu, Koordinator Komunitas Pemerhati Hukum (KPH) Semarang, Mardha Ferry Yanwar, meminta bagi para pemilik klinik kesehatan herbal segera mengurus izin terkait obat-obatan yang dijual. Dengan demikian, tidak ada lagi kasus hukum seperti yang dialami Shahid.

“Sebenarnya kasus seperti Shahid kalau mau ditelurusi setiap klinik, jelasnya banyak obat-obatan herbal belum berizin, tapi kami percaya kepolisian bekerja profesional,”jelasnya. (jks/aro)