Bank Peserta LPS Aman untuk Nasabah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MAGELANG–Banyaknya jumlah lembaga keuangan, baik bank pemerintah, swasta, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia, kerap membingungkan nasabah. Kendati demikian, lembaga keuangan yang dijamin aman adalah peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Jangan asal menyimpan uang di bank, pastikan bank tempat Anda menabung adalah peserta penjaminan LPS,” kata Sekretaris Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), Samsu Nugroho, dalam kuliah umum bertema Peran Lembaga Simpanan dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan kepada ratusan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangun, Manajemen dan Akuntansi Universitas Tidar, Jumat (15/12) kemarin, di Auditorium Universitas Tidar.

Kata Samsu, perlindungan kepada nasabah sangat penting untuk diperhatikan dalam upaya mengantisipasi perjalanan bank yang akhirnya bangkrut atau krisis. “Sesuai UU No 24 Tahun 2004, LPS mempunyai fungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya.”

Dikatakan, mayoritas masyarakat memanfaatkan jasa perbankan untuk menyimpan uang mereka. Masyarakat, lanjut Samsu, memiliki beberapa pertimbangan. Selain mudah mengambil uang kapan saja, juga kemudahan bertransaksi dan aman dari risiko kejahatan. Pertimbangan lain, tawaran bunga bank dan berbagai kesempatan memenangkan undian berhadiah.

“Karena itu, agar simpanan uang Anda tetap aman, segera pastikan kembali; apakah bank tempat Anda menabung sudah benar-benar aman. Ke depan, agar tidak terjadi kerugian. Ingat, menabung itu menyisihkan, bukan menyisakan,” kata Samsu.

Sejak LPS beroperasi pada 2005 hingga 31 Agustus 2017, beber Samsu, LPS telah melakukan penanganan simpanan terhadap 81 bank yang dicabut izin usahanya. Juga telah dilakukan poses rekonvernya. “Total simpanan Rp 1.524 miliar, total rekening 170.275. Sedangkan total layak dibayar Rp1.209,43 miliar (77,67 persen) dalam 156.142 rekening (91,73 persen) dan tidak layak dibayar Rp 314,93 miliar (20,65 persen) dalam rekening 14.072 (8,26 persen). (cr3/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -