Wujudkan Listrik Gratis, Hendi Gandeng Jepang

305
KERJA SAMA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Wali Kota Toyama dan jajarannya, Kamis (14/12). (ISTIMEWA)
KERJA SAMA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Wali Kota Toyama dan jajarannya, Kamis (14/12). (ISTIMEWA)

SEMARANG– Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kian serius menggarap sejumlah fasilitas hidup gratis. Salah satunya dengan merealisasikan gagasan memberikan fasilitas listrik gratis guna mengurangi beban biaya hidup rumah tangga masyarakat Kota Semarang. Gagasan ini dirancangnya dengan dua konsep, yakni melalui micro hydro yang memanfaatkan tenaga air, dan wind turbine  yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pembangkit listrik.

Dalam rangka merealisasikan gagasannya tersebut, Kamis (14/12) kemarin, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut bertolak ke Toyama, Jepang, untuk mendiskusikan gagasannya tersebut di Inter-City Collaboration Forum. Di forum tesebut, Hendi memaparkan sejumlah permasalahan Kota Semarang beserta sejumlah solusi yang dirancangnya untuk beberapa tahun ke depan.

“Bertambah besarnya biaya hidup masyarakat, karena meningkatnya kebutuhan energi di Kota Semarang menjadi sorotan kami,” tegas wali kota yang pada 2014 dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik di ajang Internasional Socrates Award ini.

“Di Kota Semarang kami telah mulai mengolah sampah di TPA Jatibarang guna memberikan fasilitas gas gratis untuk keperluan memasak 150 kepala keluarga,” terang Hendi. “Namun di era kemajuan teknologi saat ini, persoalan energi listrik menjadi prioritas,” imbuhnya.

Bak gayung bersambut, Pemerintah Kota Toyama Jepang, pun setuju untuk membantu Hendi membuat studi terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga angin dan air di Kota Semarang. “Saya sangat senang bila bisa bekerja sama dengan Kota Semarang dalam hal membangun sebuah kota yang berkelanjutan,” tutur Wali Kota Toyama, Masashi Mori.

Tak hanya tentang pembangkit listrik, Masashi Mori bersama Pemerintah Kota Toyama juga akan membantu Kota Semarang untuk mentransformasikan armada BRT Trans Semarang yang semula berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar gas. Selain itu, Toyama berkomitmen membantu merancang kawasan sekolah, perkantoran, dan industri yang hemat energi, berkaitan dengan tujuan Hendi dalam meringankan beban masyarakat.

Kesepakatan pun langsung dibuat Letter Of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh Hendi dan Mashashi Mori. Melalui kesepakatan tersebut, Toyama akan secara penuh membantu pengembangan Kota Semarang melalui sejumlah studi sesuai konsep yang dipaparkan oleh Hendi. (*/zal)