33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Tuan Rumah Dominasi Partai Final

Djarum Foundation Kejurkot Bulu Tangkis Tidar Cup Xviii

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Atlet pemain tuan rumah mendominasi partai final Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XVIII, yang berlangsung Kamis (14/12) di GOR Djarum Kota Magelang. Pemain unggulan Kota Magelang melaju mulus ke final.

Turun sebagai unggulan pertama kategori kelompok Tunggal SD Madya Putra, Thoriq Gibraltar dari SD IT Ihsanul Fikri yang melaju mulus hingga ke final harus puas menjadi runner up setelah dikalahkan oleh Raya dari SDN Tidar 1 dengan skor 14-21 dan 16-21. Kemenangan mudah Thoriq saat laga semifinal menghadapi tim sejawatnya, Muhammad Ilham 21-6 dan 21-13, seolah kandas saat menghadapi Raya.

Sharly dari PB Surya Tidar Magelang yang turun di kelompok Tunggal SD Madya Putri harus menghadapi perlawanan Anajma Dwimda di final. Sebelumnya, Anajma harus berjuang keras mengalahkan Lintang dari SD Mutual dalam tiga set, yaitu 17-21, 21-14, dan 21-12.

Wakil lainnya dari PB Surya Tidar Magelang, Anju, yang turun di kelompok Tunggal Pradini Putra, akan diuji kemampuannya di final melawan Khafi dari Daya Manunggal. Khafi melaju ke final setelah menang mudah melawan Al Faroq dari Surya Tidar Magelang dengan 21-6, 21-7, serta mengalahkan Machmur dari Abimanyu di semifinal dengan skor 21-2, 21-9. Aroma balas dendam, akan tersaji antara Klub Surya Tidar Magelang yang diwakili Anju dengan Khafi dari Daya Manunggal.

Sementara final kelompok Tunggal Pradini Putri akan mempertemukan Azka Ghani dari Mataram Raya Jogjakarta dengan Isabelle Rivana dari Jaya Raya Seturan. Pertemuan final ini seolah aroma persaingan klub Yogyakarta akan tersaji.

Final kelompok Tunggal Usia Dini putra, sesuai prediksi sebelumnya, akan mempertemukan kedua unggulan dalam satu klub Surya Tidar Magelang yaitu Rio melawan Ghifari. Di semifinal, Ghifari dengan susah payah mengalahkan Tatag Prayoga dari Pancing Sleman Yogyakarta 3 set dengan skor 7-21, 21-19, dan 21-10. Sedangkan Rio melaju mulus ke final setelah sebelumnya mengalahkan Ibramufic dari Karang Ayem Temanggung dengan dua set langsung, 21-11 dan 21-16.

Sementara di kelompok Tunggal Usia Dini Putri, Salma Mufida dari Daya Manunggal yang diprediksikan melaju final mampu dengan mudah mengalahkan Salsabila dari Bintang Utara di semifinal yaitu 21-7 dan 21-3. Sedangkan lawan di final, Salma akan menghadapi Rasi Joase dari pancing Sleman Yogyakarta setelah di semifinal mampu mengalahkan Winda dari Surya Tidar Magelang dengan skor 21-16 dan 21-13.

Final Kelompok Tunggal Anak Putra pun tidak kalah serunya. Khanif dari Surya Tidar Magelang yang mampu mengalahkan Alan Putra dari Pancing Sleman di semifinal dengan skor 24-22 dan 21-12 akan bertemu dengan Keanu Seva dari Mataram Raya Yogyakarta. Keanu Seva memastikan lolos ke final setelah di semifinal berhasil mengalahkan Hisyam dari Surya Tidar Magelang dengan skor 21-11 dan 21-18.

Sementara, Final Kelompok Tunggal Anak Putri akan mempertemukan unggulan Chelsia Dasilva dari Pancing Sleman melawan rekan seklubnya yaitu Yekti Tirah. Yekti mampu menundukan unggulan dari Surya Tidar Magelang, Nathania dengan skor cukup ketat yaitu 21-19 dan 21-16.

Pelatih Surya Tidar Magelang, Hana Puspita Santoso, mengaku cukup puas dengan pencapaian tersebut meski beberapa atlet unggulannya ada yang harus terganjal. “Nathania harus tersingkir lebih awal. Padahal Nathania adalah unggulan kami. Namun tidak apa-apa, ini sebagai pelajaran berharga,” jelasnya di sela-sela pertandingan kemarin.

Ketua Pengkot PBSI Kota Magelang, Al Kukuh Santoso mengatakan, cukup puas dengan gelaran kali ini. Kukuh tak menampik, dominasi tuan rumah bisa diimbangi oleh tetangga daerah. “Atlet dari luar Kota Magelang tampil cukup bagus. Bahkan beberapa atletnya mampu melaju ke final. Ini sebagai lecutan semangat dan motivasi agar atlet tuang rumah semakin meningkatkan kemampuannya,” ujar Kukuh. (cr3/fiq/adv/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Melongok Masjid Berbentuk Kapal di Podorejo, Ngaliyan: Dilengkapi Fasilitas Sekolah, Klinik, dan Ballroom

Sebuah masjid berbentuk kapal dibangun di Dukuh Padaan, Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Semarang. Masjid yang diberi nama Safinatun Najah itu memang belum jadi 100 persen....

Dangdut Spektakuler Ramaikan Grebeg Besar

DEMAK- Pasar rakyat Grebeg Besar di Lapangan Tembiring Jogo Indah diramaikan pagelaran dangdut spektakuler. Berbagai artis top dari Jateng, Jogja dan Jatim,  dihadirkan untuk...

APBD Jateng Harus Pro Perempuan

RADARSEMARANG.COM, REMBANG - Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah berziarah ke makam RA Kartini di Rembang. Bersama suaminya, Taufik Abdullah, Ida berdoa...

Urgensi Pendidikan Akhlak di Keluarga

RADARSEMARANG.COM - ERA millennial saat ini, masih ada siswa yang belum mempunyai karakter yang baik. Ke sekolah terlambat  masuk kelas, seragam sekolah tidak lengkap,...

Kenalkan Metode Kepelatihan Baru

SEMARANG – Pelatih atlet dituntut menguasai iptek kepelatihan yang terus berkembang. Sebab metode yang diberikan untuk melatih atlet bukan hafalan. Hal tersebut diungkapkan Dosen...

Rekrut Calon Anggota Polri di CFD hingga Ponpes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah terus menggencarkan sosialisasi terkait rekrutmen penerimaan calon anggota Polri 2018. Sosialisasi dilakukan di pusat keramaian Car Free Day...