Tol Semarang-Demak Digarap 2018

Terintegrasi dengan Tanggul Laut

218

SEMARANG – Jalan Tol Semarang-Demak dipastikan bakal terintegrasi dengan tanggul laut. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) telah sepakat jika jalan tol tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumberdaya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono menjelaskan, Menteri ATR sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) mengenai penyesuaian tata ruang nasional. SK tersebut menjadi dasar pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) tata ruang di tingkat Provinsi Jateng, Kota Semarang, dan Kabuapten Demak.

“Sekarang sedang berproses di DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) provinsi. Jadi tidak ada progres yang mandek,” terangnya, Kamis (14/12).

Dia berharap, revisi Perda Tata ruang bisa klir 2017 ini. Jika tahun ini Perda sudah bisa direvisi dan dokumen lain seudah lengkap, diharapkan awal 2018 sudah bisa dilelang. “Kalau tahun ini tidak selesai, akan dilanjutkan 2018,” tuturnya.

Mengenai penyusunan DED, ada dua pihak yang menangani. Dari sisi tanggul, akan ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juana. Sementara jalan tolnya, akan disusun Direktorat Jendral Bina Marga. “Informasinya, kedua DED itu sudah dalam tahap finalisasi. Tinggal penyesuaian saja,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Jateng, Sri Puryono menambahkan, jalan tol Semarang-Demak bakal mulai dikerjakan 2018 mendatang. Dia ingin, jalan tol yang menghubungkan daerah di seluruh Jateng bisa segera teralisasi. Karena itu, dia mengimbau kepada warga yang terdampak tol untuk tidak keberatan melepaskan lahan mereka.

“Itu ganti untung, kok. Yang melakukan appraisal tim independen. Kalau tol segera jadi, ekonomi masyarakat kan ikut terdongkrak juga,” tegasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here