Begini Cara Kapolres Batang Ingatkan Warga untuk Peduli pada Alam

592
PEDULI LINGKUNGAN: Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga dan anggota menanam bibit pohon di lereng pegunungan Dieng, di Desa Gerlang Blado Batang, Jawa Tengah. (LUTFIE HANAFI/RADARSEMARANG.COM)
PEDULI LINGKUNGAN: Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga dan anggota menanam bibit pohon di lereng pegunungan Dieng, di Desa Gerlang Blado Batang, Jawa Tengah. (LUTFIE HANAFI/RADARSEMARANG.COM)

BATANG –Selain memiliki pantai yang rawan abrasi, Kabupaten Batang juga memiliki areal pegunungan yang kritis, sehingga rawan longsor. Untuk  menanggulangi masalah tersebut, Polres dan Pemkab Batang melakukan langkah konkret.

Salah satu upayanya,  menanam 70.000 bibit pohon secara bertahap di sejumlah titik rawan longsor. Tepatnya, di lereng pegunungan Dieng di Dukuh Wonopriyo, Desa Gerlang, Kecamatan Blado, pada Kamis (14/12/17) hari ini. “Kegiatan penanaman ini sebagai bentuk rasa kepedulian kami terhadap lingkungan Batang,” ucap Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga.

Batang, menurut Kapolres, memiliki kekayaan alam yang sejuk dan indah. Untuk itu, perlu dijaga agar  tidak rusak. Penanaman serentak yang dilakukan  di Desa Gerlang, kata Kapolres, sekaligus untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondisi alam. “Kedatangan kami ke mari (Desa Gerlang) ingin memotivasi serta mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat alam, sehingga tidak menimbulkan bencana alam,” ujar AKBP Edi Suranta.

Kegiatan penanaman juga dihadiri Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Suyono, Dandim  0736/Batang Letkol  Inf Fajar Ali Nugraha, ADM KPH Pekalongan Timur, Kepala BLH  Batang Joko T, para camat, muspika, dan warga Gerlang.

Bupati Batang Wihaji menyampaikan, kegiatan tanam pohon  berawal dari inisiasi Kapolres untuk bersama sama melakukan kegiatan penghijauan tanam pohon. Utamanya, di titik rawan longsor.

Penanaman pohon bisa dijadikan sebagai pagar alam yang mengelilingi areal tempat tinggal warga dari bahaya longsor. “Saya percaya kalau kita baik dengan alam, maka alam pun akan baik dengan kita, bahasanya seperti itulah,”  pesan Wihaji. (han/isk)