BUTUH BANTUAN: Bupati Demak HM Natsir didampingi Kepala Baznas Bambang Soesetiarto saat menjenguk Yuda Adi Pradana, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUTUH BANTUAN: Bupati Demak HM Natsir didampingi Kepala Baznas Bambang Soesetiarto saat menjenguk Yuda Adi Pradana, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sudah 2 tahun, Yuda Adi Pradana, mengindap penyakit kista hati. Bocah 6 tahun ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur. Ia menunggu pendonor untuk keperluan operasi transplantasi hati.

WAHIB PRIBADI, Demak

YUDA Adi Pradana tercatat sebagai siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Miftahul Huda, Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Anak kedua pasangan Toso Rohim, 34, dan Anik Umiati, 32, warga RT 5 RW 1 Desa Jatisono ini sudah dua tahun terakhir tidak bisa masuk sekolah.

Ia sudah bosan tinggal di rumah dan ingin bermain dengan teman-teman sebayanya. Namun penyakit langka yang dideritanya membuat ia tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap hari, ia terbaring lemas di tempat tidurnya. Tampak perban putih menempel di bagian atas perut bekas sayatan operasi. Badan bocah ini juga terlihat kurus. Berat badannya hanya 16 kilogram.

Untuk sekadar menghibur anaknya, sang ibu, Anik Umiati, menyediakan sebuah televisi 14 inchi di kamar tidur Yuda. Televisi tersebut terus menyala agar dapat ditonton Yuda. Sedangkan Umiati setia menunggui anaknya tersebut. “Sesekali saya gendong. Sudah dua tahun ini anak saya menderita kista hati,”ujar dia di sela menerima kunjungan Bupati HM Natsir bersama Ketua Baznas Demak, Bambang Soesetiarto, Kamis (14/12).

Umiati bercerita ikhwal penyakit kista hati yang diderita anaknya itu. Dua tahun lalu, kata dia, Yuda perutnya sakit mulas yang kemudian diobatkan ke dokter terdekat. Meski sudah diberikan pengobatan, perutnya tetap mulas dan tidak ada perubahan berarti. Jika malam, Yuda tidak bisa tidur dan selalu menangis merasakan sakit perut. Dalam perkembangannya, Yuda kemudian diperiksakan ke Rumah Sakit Anak di Kudus, tepatnya di dokter spesialis anak, dr Ali Marsudi. Tidak hanya itu. Karena tidak ada perkembangan yang baik, Yuda lalu dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak. Saat itu, perut Yuda tetap terasa mulas. Bahkan, juga mulai tampak ada kelainan lagi. Yaitu, kedua matanya berwarna kekuningan dengan kondisi perut membuncit.

Karena RSUD Demak tidak memiliki alat medis yang dibutuhkan, Yuda lalu dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang. Selanjutnya, dalam perkembangan yang ada, Yuda menjalani operasi biopsi  sebagai prosedur medis  yang meliputi pengambilan sampel kecil dari jaringan, sehingga dapat diperiksa lebih teliti dengan alat khusus. Selain itu, dilakukan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging).

Dalam pemeriksaan medis itu, hasil diagnosa dokter akhirnya dapat diketahui bahwa kondisi hati Yuda telah mengalami kerusakan. Di dalam hati anak tersebut ditemukan kista, dan batu empedu, sehingga mengganggu fungsi hati. Operasi yang dilakukan pada 30 November 2017 lalu tersebut hanya dapat fokus membersihkan hati anak itu. Sedangkan, kista masih tetap ada dalam hatinya.