Sertijab Dirut PTPN Disambut Demo

538
AKSI DAMAI: Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX membentangkan spanduk tuntutan dalam acara Sertijab Direktur Utama PTPN IX di Banaran, Kamis (14/12). (IST)
AKSI DAMAI: Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX membentangkan spanduk tuntutan dalam acara Sertijab Direktur Utama PTPN IX di Banaran, Kamis (14/12). (IST)

SALATIGA – Ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan PTPN IX melakukan aksi unjuk rasa menghadang acara pelantikan direktur utama di Banaran, Kamis (14/12) pagi. Aksi ini mencuat karena mereka menolak pemimpin yang berasal dari luar perkebunan. Direktur utama yang baru adalah Iriyanto Hutagaol, sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan Bulog. Ia menggantikan dirut sebelumnya, Budi Adi Prabowo.

“Kami akan menghadang dan akan menggagalkan sertijab ini jika tidak ada kejelasan komitmen ke depan. Atau pimpinan baru bisa masuk ruang jika ada komitmen sesuai dengan tuntutan Serikat Pekerja Perkebunan,” ujar kata Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) Budiyono dalam orasinya.

Budiyono menandaskan, tuntutan yang diusung adalah pemisahan divisi antara divisi tanaman semusim (DTS) dengan Divisi Tanaman Tahunan (DTT). Menurut mereka, DTS selama ini hanya membebani keuangan karena selalu merugi. Imbasnya, kesejahteraan pekerja tidak juga meningkat. Tuntutan lain yang diajukan 16 Serikat Pekerja Perkebunan di bawah PTPN IX adalah tidak adanya lintas aset, lintas keuangan dan lintas sumber daya manusia dalam pengelolaan PTPN ke depannya.

PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) terdiri dari 2 Divisi yaitu Divisi Tanaman Tahunan dan Divisi Tanaman Semusim. Divisi Tanaman Tahunan terdiri dari 15 kebun dan Divisi Tanaman Semusim terdiri dari 8 pabrik gula. DTS ini dinilai selalu merugi dan harus dipisah dari DTT. Sehingga kinerja DTT bisa dilihat karena memang hasilnya cukup bagus.

Rombongan direksi yang dipimpin Iriyanto Hutagaol dan direksi lama terhenti di depan aula yang akan digunakan untuk acara sertijab. Para pendemo menyatakan akan mengusir direksi baru jika tidak menandatangani komitmen yang diajukan. Mereka juga menyatakan tidak takut dipecat jika dinilai melakukan kesalahan.

Iriyanto yang diberikan waktu untuk menjawab tuntutan pendemo menyatakan, dirinya salut akan soliditas para karyawan. Menurutnya itu merupakan satu aset untuk memajukan PTPN IX. “Saya tidak tahu dan hanya dipanggil untuk oleh Deputi Menteri BUMN dan mendapatkan amanah untuk menjabat di sini,” jelas Iriyanto. Ia menyatakan, kementrian pasti telah memiliki patokan untuk memilih sosok yang akan menjabat direktur utama. Semua telah melalui tes dan juga ada passing grade. Setelah ada diskusi, akhirnya Iriyanto menyetujui tuntutan para pendemo dan menandatangani komitmen yang diajukan.

Namun persetujuan itu, juga mendapatkan respons berbeda dari para SP DTS yang juga hadir dalam acara tersebut. Mereka yang sebelumnya mengenakan baju batik dan hendak menghadiri sertijab merasa tersinggung dan memilih untuk pulang. “Kami tersinggung dengan orasi mereka. Kami akan pulang,” terang salah satu orang yang enggan disebutkan namanya sembari melepas baju batik yang dikenakannya. Sebelumnya mereka hanya berkumpul di tempat parkir tidak jauh dari lokasi. (sas/ton)