Pengesahan Raperda Pusat Perbelanjaan Diwarnai Perdebatan Sengit

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

UNGARAN–Debat yang sengit mewarnai sidang paripurna DPRD Kabupaten Semarang dengan agenda pengesahan Raperda Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Pembelanjaan dan Toko Swalayan, Kamis (14/12) kemarin. Perdebatan dimulai saat jajak pendapat dari masing-masing anggota DPRD Kabupaten Semarang. Beberapa interupsi dari para anggota dewan pun bermunculan. Interupsi pertama dilontarkan oleh anggota DPRD Fraksi PKB, Badarudin.

Menurut Badarudin, Raperda yang memberikan pengecualian kepada dua wilayah yaitu Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur terkait pembangunan swalayan dan departemen store, menurutnya tidak memperhatikan perekonomian masyarakat kecil.

“Jarak antara pasar rakyat minimal 1 kilometer. Di Ungaran Barat dan Timur kenapa ada pengecualian. Saya bukannya tidak setuju adanya pusat pembelanjaan (departemen store),” ujar Badarudin.

Menurutnya, pengecualian tersebut harus melalui kajian ilmiah yang mendalam. “Persoalnya kenapa ada istilah pengecualian boleh kurang 1 kilometer di dua kecamatan itu. Artinya ketika pengecualian ditempat lain juga harus seperti itu, dan itu akan menggerus apa janji kita untuk melindungi dan memberdayakan pedagang kecil,” lanjutnya.

Ia berpendapat dalam hal ini, lanjutnya, lebih tepat jika diberlakukan hanya untuk pembangunan toko swalayan jejaring. Menurutnya, jarak antar toko swalayan berjejaring dengan pasar tradisional idealnya memang minimal 1 kilometer.

Namun hal itu juga haruslah berlaku di semua tempat, tidak untuk pengecualian. Dimana di Kecamatan Ungaran Barat dan Timur pendirian toko berjejaring maupun departemen store diperbolehkan kurang dari 1 kilometer dari pasar tradisional.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -