33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Lima Proyek Dipastikan Molor

Kontraktor Pelaksana Terancam Blacklist

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANGSedikitnya lima proyek infrastruktur di Kota Semarang terancam molor alias tidak bisa selesai sesuai kontrak waktu yang ditetapkan. Proyek tersebut rata-rata memiliki kontrak waktu hingga pertengahan Desember 2017. Tetapi hingga kini belum ada progres menggembirakan, bahkan rata-rata realisasi baru mencapai 50 persen.

Kelima proyek tersebut adalah proyek pelebaran jalan dan pedestrian Jalan WR Supratman Semarang Barat, proyek Jalan Gotong Royong, pembangunan Pasar Simongan, pembangunan Taman Balai Kota, dan pembangunan Gedung Parkir Balai Kota.

“Proyek pelebaran jalan dan pedestrian di Jalan WR Supratman Semarang Barat ini saja telah melewati batas akhir waktu kontrak, yakni tanggal 12 Desember 2017, seharusnya telah diselesaikan. Namun hingga kini belum selesai,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan, Kamis (14/12).

Tampak sejumlah pekerja masih melakukan aktivitas, baik pengecoran pembatas jalan maupun pembuatan pedestrian. Pembangunan jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 18 meter ini baru terealisasi kurang lebih 50 persen. Tentu saja proyek ini di ujung tanduk dan terancam tak bisa diselesaikan.

“Ini sangat disesalkan. Proyek Jalan WR Supratman ini anggarannya kurang lebih Rp 11 miliar, tetapi lelang dimenangkan Rp 8,5 miliar. Pemenang lelang tidak melihat bagaimana upaya penyelesaian pekerjaaan ini dengan baik,” ujar Joko.

Dikatakannya, jika proyek tersebut tidak bisa diselesaikan hingga akhir Desember mendatang, maka proyek terancam mangkrak. “Jika tidak selesai ya terancam mangkrak, dan baru bisa dilanjutkan di anggaran perubahan 2018 atau 2019,” katanya.

Pihaknya menyayangkan, PT Dinamika Persada Sehati selaku kontraktor pelaksana tidak bisa memperhitungkan waktu kontrak yang ditetapkan. “Ini merusak anggaran Kota Semarang. Jangan sampai mengacaukan masyarakat, karena kekurangan 50 persen tidak mungkin terselesaikan. Maka akan mengakibatkan proyek ini mangkrak, fasilitas jalan umum ini tidak bisa digunakan sesuai rencana. Apabila tidak bisa selesai, maka kontraktor tersebut wajib di-blacklist,” tegasnya.

Ironisnya, selain proyek pelebaran jalan dan pedestrian Jalan WR Supratman Semarang Barat, ada dua proyek lain yang dikerjakan menggunakan bendera PT Dinamika Persada Sehati, juga terancam tidak selesai, yakni pembangunan Jalan Gotong Royong dan proyek revitalisasi Pasar Simongan.

Pembangunan Pasar Simongan yang terletak di Jalan Srinindito Selatan RT 1 RW 1, Ngemplak Simongan, Semarang Barat juga masih jauh dari target penyelesaian. “Nilai kontrak proyek Rp 5.451.699.00 dengan waktu pelaksanaan 70 hari kalender, terhitung mulai 18 Oktober hingga 26 Desember 2017 mendatang. Pembangunan ini juga terancam tidak bisa diselesaikan hingga akhir Desember,” kata Joko.

Pihaknya mendesak agar Pemkot Semarang melakukan evaluasi mengenai penetapan kontrak. Ia mempertanyakan mengapa meloloskan kontraktor yang kinerjanya tidak bagus. “Ini merusak anggaran Kota Semarang,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Per Hari, 20 Pasutri Bercerai

MAGELANG--Pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Magelang yang bercerai, setiap hari rata-rata 20 pasangan. Sebagian besar gugat cerai. Tepatnya, istri menggugat cerai suami karena...

Empat Tahun Pedagang Tempati Lokasi Darurat

DEMAK-Pemkab Demak diminta segera menyelesaikan pembangunan fisik Pasar Mranggen, Kecamatan Mranggen. Pasalnya, para pedagang sudah 4 tahun ini, menempati pasar darurat. Padahal, kondisi pasar...

Apartemen Makin Diminati di Semarang

SEMARANG – Apartemen terus tumbuh di Semarang, baik di tengah kota maupun kawasan kampus. Hunian vertikal ini dinilai sebagai salah satu investasi yang cukup...

Program Gesek Lima, Siswa Baca Koran Masal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ratusan siswa SMP Negeri 12 Semarang, Rabu (18/4) pagi, berkumpul di halaman sekolah guna mengikuti kegiatan literasi bersama. Tak hanya siswa, para guru...

Terminal Demak Akhirnya Dibangun

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Terminal Demak  kondisinya memprihatinkan. Terminal tipe A ini sudah mangkrak bertahun-tahun tak kunjung dibangun pemerintah. Bahkan, banyak rerumputan dan ilalang yang menutup...

Jalan Sodetan Senilai Rp 1,6 M

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Mulai 1 Februari 2018, proyek lanjutan tahao II jalan sodetan yang menghubungkan Jalan Sarwo Edhie Wibowo dengan Jalan Jenderal Sudirman akan...