Johar Lin Eng Kembali Nahkodai PSSI Jateng

BJL 2000 Resmi Jadi Anggota PSSI

519
TERPILIH LAGI: Ketua Asprov PSSI Jateng terpilih Johar Lin Eng bersama anggota Exco terpilih dan tamu undangan usai Kongres siang (14/12) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERPILIH LAGI: Ketua Asprov PSSI Jateng terpilih Johar Lin Eng bersama anggota Exco terpilih dan tamu undangan usai Kongres siang (14/12) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Johar Lin Eng kembali terpilih sebagai Ketua Asprov PSSI periode 2017-2021. Pria yang juga anggota Exco PSSI itu terpilih secara aklamasi karena sebagai calon tunggal dalam Kongres PSSI Jateng yang digelar di Semarang kemarin (14/12).

Dalam kepemimpinannya di periode kedua saat ini, Johar mengakui masih banyak aspek yang harus diperbaiki baik itu dari aspek organisasi maupun aspek pembinaan prestasi sepakbola di Jawa Tengah.

Dari aspek organisasi, Johar mengatakan, saat ini Asprov PSSI Jateng dituntut untuk mencari sumber dana secara mandiri mengingat cabang olahraga di Jateng saat ini tidak mendapatkan bantuan dari dana APBD Pemerintah Provinsi Jateng secara maksimal.

“Kalau pola APBD di Jateng masih sama ini menjadi awan gelap bagi cabang olahraga di Jateng dan kemungkinan ke depan pola APBD-nya masih sama. Makanya kami harus bisa berkreasi bagaimana supaya bisa mendapatkan anggaran secara mandiri untuk menghidupi organisasi seperti operasional kantor dan gaji staf,” paparnya.

Kemudian di periode kedua kepemimpinannya saat ini Johar mengatakan akan melakukan perampingan organisasi menurutnya agar bisa menjalankan roda organisasi secara lebih sehat dan lebih efektif.

“Kemarin komite organisasi jumlahnya ada 20 atau 23. Nah di pengurusan besok hanya akan ada 12 komite saja sesuai dengan jumlah Exco. Jadi nanti kerja Exco bisa lebih efektif dan konsentrasi pada satu bidangnya saja. Dan itu sudah diterapkan di PSSI karena kebetulan saya juga keyua komite sepakboala di PSSI,” beber Johar.

Selain itu pihaknya juga mengaku memeiliki program prioritas untuk pembinaan sepakbola di Jateng,”Setiap tahun akan ada beberapa kejuaraan seperti Piala Soeratin, U-17, U-18 atau kompetisi amatir. Artinya kami sudah memiliki program prioritas yang harus dijalankan,” sambungnya.

Posisi Wakil Ketua di kepengurusan kali ini akan ditempati oleh Edy Sayudi yang juga menjadi calon tunggal. Sementara tujuh anggota Exco yang terpilih adalah, Dwi Purwanto, Yunianto, Agung Waskita, Aam Ichwan, Fatturachman, Kasmudi dan Farid Maruf.

Kongres tersebut diikuti 58 voter yang terdiri atas 34 Askab/Askot, 23 klub, dan satu asosiasi yakni Asosiasi Futsal Profinsi (AFP) Jateng. Lima klub kehilangan suara karena tidak mengikuti kompetisi di wilayah PSSI Jateng pada musim 2017 yaitu PSISa Salatiga, Persika Karanganyar, Persak Kebumen, Persibara Banjarnegara, dan TEPZ Semarang. Satu askab yang kehilangan hak suara dalam Kongres kali ini adalah Kendal. Askab Kendal yang kepengurusannya berakhir pada 10 April lalu, belum melaksanakan muscab.

Kemudian dua anggota baru Asprov PSSI Jateng yang juga telah disahkan dalam kongres kemarin yaitu tim BJL 2000 Semarang Bhayangkara Muda FC milik Polda Jateng. Kedua tim disetujui sebagai anggota baru.

“Prinsipnya kami juga ingin ikut membangun sepakbola di Jateng. Sejumlah program telah kami siapkan untuk turun di beberapa kejuaraan di Jateng termasuk kompetisi amatir rencananya juga akan kami ikuti,” kata owner BJL 2000 Semarang, Suyatno. (bas)