SEMARANG – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menghukum tergugat yakni, PT Jasa Marga Persero Tbk untuk membayar kerugian kepada warga Kalicari Pedurungan sekitar Rp 71,8 miliar.

Putusan tersebut disampaikan majelis hakim yang dipimpin Moh Sutarwadi didampingi dua hakim anggota Esther Megaria Sitorus dan Bakri dalam perkara gugatan ganti rugi proyek tol ruas Gayamsari Semarang yang dilakukan sejak 1990 silam. “Menghukum tergugat membayar kerugian yang dialami penggugat akibat perbuatan hukum yang dilakukan,” kata hakim Moh Sutarwadi dalam amar putusannya, Rabu (143/12) kemarin.

Dalam gugatan kasus itu, disebutkan kerugian materiil Rp 67,8 miliar atas tanah penggugat yang kini dikuasai tergugat. Kerugian Rp 3,390 miliar atas sewa selama tergugat menguasai tanah. Serta kerugian immateriil Rp 678 juta. Dalam putusannya, majelis juga menghukum tergugat membayar kerugian materiil dan immateriil dan menghukum turut tergugat tunduk pada putusan ini.

Majelis juga menolak eksepsi tergugat Jasa Marga dan turut tergugat Lurah di Kelurahan Kalicari dan Sendangguwo serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang. “Dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan sebagian. Menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum,” sebut hakim.

Sedangkan dalam pertimbangannya, majelis menyatakan obyek sengketa tanah sesuai Buku C Desa No. 56 persil 2 Klas S 1 seluas +/- 5.650 m2 atas nama Kasan Basri yang sekarang menjadi jalan tol adalah sah demi hukum milik penggugat. Menurut majelis, obyek sengketa tidak ada hubungannya dengan panitia pembebasan tanah. Majekis menyatakan, tegugat sebagai perusahaan seharusnya mengantisipasi dan hati hati dalam bertindak agar tidak salah orang dalam memberi ganti rugi.

Bukan hanya itu saja, majelis juga mengabaikan putusan perdata kasasi terdahulu karena dinilai tidak terkait dengan  perkara aquo. Majelis menyatakan meragukan dan mengeyampingkan keberadaaannya karena tidak valid.