Istri Pelaku Akui Suaminya Bunuh Sugeng

1034
TEGANG : Suasana evakuasi dan otopsi kerangka Slamet alias Sugeng korban dukun maut di Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TEGANG : Suasana evakuasi dan otopsi kerangka Slamet alias Sugeng korban dukun maut di Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Kasus pembunuhan sadis oleh dukun maut pengganda uang Muslimin dari Desa Sawangan Kecamatan Gringsing, semakin jelas. Hasil penyidikan intensif oleh tim Reskrim Polres Batang berhasil mengorek keterangan dari istri pelaku. Bahwa suaminya tiga tahun lalu, pernah bercerita jika telah membunuh Slamet alias Sugeng, 50, warga Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan Gringsing dan mengubur mayatnya di lokasi peternakan ayam tidak jauh dari rumah korban.

Untuk memastikan kasus tersebut, jasad Slamet alias Sugeng yang sudah berbentuk kerangka dievakuasi sekaligus otopsi pada Kamis siang (14/12) kemarin oleh Tim Urdokkes Polres Batang dan DVI Polda Jateng. Dari hasil visum, diketahui korban mengalami luka di bagian wajah. Tulang dagu dan rahang korban remuk bekas hantaman benda keras.

Ini sesuai dengan pengakuan tersangka yang memukul korban memakai balok kayu dari samping. Jasad korban kemudian dikubur dengan posisi ditekuk dan dibungkus sarung, di sebuah lahan pohon sengon di kawasan Alas Roban.

Kapolsek Gringsing AKP Sugianto mengatakan bahwa penyidikan dan pengembangan kasus yang dilakukan tim Reskrim membuahkan hasil. Dari mulut istri tersangka akhirnya kaluar pengakuan jika suaminya telah membunuh korban Slamet alias Sugeng tiga tahun lalu dan mengubur mayatnya di sekitar kandang ayam tempatnya bekerja.

“Hasil penyelidikan, kami akhirnya bisa mengetahui lokasi mayat korban lain dikubur. Bahkan kami menuga masih ada korban lain,” ucap Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto, pasca pembongkaran mayat.

Ditambahkan Kapolsek, hal tersebut berdasarkan sifat pelaku yang santai dan masih beraktivitas normal. Bahkan menguasai motor korban dengan alasan itu haknya, sebagai upah kerja menjaga kandang ayam. “Kami akan terus mengumpulkan berbagai informasi. Sementara ini, istri dan anak korban sudah kami amankan untuk penyidikan lebih lanjut. Rumah tersangka juga kami jaga 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena sejak pagi massa sempat datang ke rumah pelaku,” kata Kapolsek.