SUDAH MEMBAIK: Suratman saat dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk ditahan. (IST)
SUDAH MEMBAIK: Suratman saat dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk ditahan. (IST)

WONOSOBO – Setelah menjalani pemeriksaan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, Suratman, tersangka pembunuh istri dinyatakan kondisinya membaik. Warga Rojoimo Wonosobo dijemput penyidik di RS PKU Muhammadiyah pada Rabu (13/12) sore dan langsung ditahan di Mapolres Wonosobo. Ia sempat menjalani perawatan akibat usaha bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Edi Istanto menyatakan, proses penyidikan sebelumnya sudah dilakukan di PKU Muhammadiyah.

“Minggu kemarin penyidik kami melakukan jemput bola setelah tersangka sadar dan bisa berkomunikasi. Dibawanya tersangka ke Mapolres sendiri adalah untuk melengkapi berkas pemeriksaan dan demi keamanan tersangka sendiri,” katanya.

Saat disinggung mengenai harapan keluarga korban yang meminta hukuman mati, Kasatreskrim menyatakan pihaknya tidak bisa memutuskan hukuman apa yang akan dijalani tersangka. “Kita serahkan pada proses peradilan. Kami tetap menetapkan tersangka Suratman telah melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan meninggal dunia,” jelas Edi. Tersangka dapat dijerat dengan Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) jo pasal 340 KUH Pidana tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. (ali/ton)