PRESENTASI: Sejumlah akademisi mempresentasikan makalah untuk digunakan sebagai referensi kebijakan Pemprov Jateng. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG.COM)
PRESENTASI: Sejumlah akademisi mempresentasikan makalah untuk digunakan sebagai referensi kebijakan Pemprov Jateng. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG.COM)

SEMARANG—Pemprov Jateng berinisiatif  mengumpulkan makalah terkait pengembangan. Terhitung, ada 171 makalah yang mencakup tujuh tema. Seperti pemangkasan kemiskinan, kesehatan, infrastruktur, energi baru terbarukan (EBT), ketahanan pangan, hingga konservasi. Makalah itu nantinya akan digunakan sebagai referensi ketika Pemprov menghadapi kendala pengembangan daerah.

Kepala Dinas Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng, Sudjarwanto menjelaskan, sebenarnya ada 728 makalah yang dikirim para peneliti dari seluruh Indonesia. Tapi, setelah di-review tim yang terdiri atas akademisi dari tujuh perguruan tinggi, hanya tersisa 171 makalah saja.

“Sebanyak 171 makalah ini akan dipresentasikan secara oral dalam seminar nasional ini. Ada juga yang dipresentasikan dalam bentuk poster. Yang jelas, semua makalah itu akan masuk dalam perpustakaan kami dan digunakan sebagai referensi,” kata Sudjarwanto  dalam seminar nasional bertema:  ‘Inovasi dan Kreasi Memajukan Jawa Tengah’ di kantor Bappeda Jateng, Jalan Pemuda Semarang, Jumat (15/12/2017) hari ini.

Sudjarwanto menjelaskan, pengumpulan makalah dari para peneliti,  merupakan kali pertama yang dilakukan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, tidak heran jika para peneliti sangat antusias  mengirimkan hasil riset mereka. “Ini kan dibuka untuk umum. Ini juga bisa menjadi wahana bagi para peneliti agar punya tempat berekspresi. Sekaligus, bisa menjadi sinergi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat.”

Sudjarwanto bahkan punya obsesi untuk mengembangkan seminar serupa.  Tahun depan, akan diteruskan dengan beberapa diskusi, seperti FGD untuk memperdalam makalah. “Bahkan kalau bisa, ada seminar internasional. Jadi, semua peneliti di dunia, bisa menyumbangkan gagasan mereka untuk ikut mengembangkan Jateng.”

Nina Mistriani, salah satu akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (Stiepari) Semarang menjadi salah satu penyumbang solusi permasalahan di Jateng. Makalahnya berjudul ‘Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif’, dipilih sebagai salah satu referensi pengembangan desa wisata di Jateng.

Dalam makalah yang diposterkan itu, ada sejumlah poin utama agar desa wisata bisa berkembang. Salah satunya, memberdayakan budaya warga setempat untuk dilestarikan, sekaligus dijual kepada wisatawan. “Permasalahan ekonomi kerakyatan menyumbang angka kemiskinan. Karena itu, harus ada industri ekonomi kreatif yang didorong di desa-desa agar perekonomian mereka terdongkrak. Mereka bisa menjadi pemain utama, bukan penonton saja,” terangnya. (amh/isk)