33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Begini Cara Pemprov Jateng untuk Hadapi Kendala Pengembangan Daerah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG—Pemprov Jateng berinisiatif  mengumpulkan makalah terkait pengembangan. Terhitung, ada 171 makalah yang mencakup tujuh tema. Seperti pemangkasan kemiskinan, kesehatan, infrastruktur, energi baru terbarukan (EBT), ketahanan pangan, hingga konservasi. Makalah itu nantinya akan digunakan sebagai referensi ketika Pemprov menghadapi kendala pengembangan daerah.

Kepala Dinas Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng, Sudjarwanto menjelaskan, sebenarnya ada 728 makalah yang dikirim para peneliti dari seluruh Indonesia. Tapi, setelah di-review tim yang terdiri atas akademisi dari tujuh perguruan tinggi, hanya tersisa 171 makalah saja.

“Sebanyak 171 makalah ini akan dipresentasikan secara oral dalam seminar nasional ini. Ada juga yang dipresentasikan dalam bentuk poster. Yang jelas, semua makalah itu akan masuk dalam perpustakaan kami dan digunakan sebagai referensi,” kata Sudjarwanto  dalam seminar nasional bertema:  ‘Inovasi dan Kreasi Memajukan Jawa Tengah’ di kantor Bappeda Jateng, Jalan Pemuda Semarang, Jumat (15/12/2017) hari ini.

Sudjarwanto menjelaskan, pengumpulan makalah dari para peneliti,  merupakan kali pertama yang dilakukan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, tidak heran jika para peneliti sangat antusias  mengirimkan hasil riset mereka. “Ini kan dibuka untuk umum. Ini juga bisa menjadi wahana bagi para peneliti agar punya tempat berekspresi. Sekaligus, bisa menjadi sinergi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat.”

Sudjarwanto bahkan punya obsesi untuk mengembangkan seminar serupa.  Tahun depan, akan diteruskan dengan beberapa diskusi, seperti FGD untuk memperdalam makalah. “Bahkan kalau bisa, ada seminar internasional. Jadi, semua peneliti di dunia, bisa menyumbangkan gagasan mereka untuk ikut mengembangkan Jateng.”

Nina Mistriani, salah satu akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (Stiepari) Semarang menjadi salah satu penyumbang solusi permasalahan di Jateng. Makalahnya berjudul ‘Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif’, dipilih sebagai salah satu referensi pengembangan desa wisata di Jateng.

Dalam makalah yang diposterkan itu, ada sejumlah poin utama agar desa wisata bisa berkembang. Salah satunya, memberdayakan budaya warga setempat untuk dilestarikan, sekaligus dijual kepada wisatawan. “Permasalahan ekonomi kerakyatan menyumbang angka kemiskinan. Karena itu, harus ada industri ekonomi kreatif yang didorong di desa-desa agar perekonomian mereka terdongkrak. Mereka bisa menjadi pemain utama, bukan penonton saja,” terangnya. (amh/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pedagang Buku Stadion Diponegoro Akan Digusur

SEMARANG - Sedikitnya 50 pedagang buku di sekitar Stadion Diponegoro Jalan Stadion Timur, Semarang Timur  akan digusur. Hal ini menyusul rencana Kodam IV/Diponegoro selaku...

Bentuk Satgas Khusus, Pasang Tanda WTP Harga Mati, di Pintu Setiap OPD

Pemkab Demak pada 2017 ini, baru kali pertama menerima status opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Untuk meraih opini tersebut,...

Ganjar Tegaskan Tak Perlu impor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa Jateng sudah swasembada beras sehingga tidak membutuhkan impor. Ia pun meminta pemerintah agar lebih...

Setahun Tercatat 17 Kasus

BATANG-Kabupaten Batang menempati urutan ketiga se-Provinsi Jawa Tengah dalam kasus kematian ibu melahirkan. Terbukti, hingga November 2017, tercatat sudah terakumulasi 17 kasus. Hal ini,...

Ponpes Al Muayyad, Jaga Kesehatan Santri Dengan Olah Raga Teratur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pondok Pesantren (Ponpes) yang merupakan lembaga pendidikan agama, yang menjadi salah satu lembaga pencetak generasi penerus bangsa, terus senantiasa memperhatikan aspek...

Go-Jek Beroperasi Tanpa Identitas

SALATIGA – Awak angkutan kota yang tergabung dalam Induk Paguyuban Angkutan Kota Salatiga (IPAS) kembali menggelar aksi demo dan mogok operasi, Senin (21/8). Mereka...