Tingkatkan Ekonomi Genjot Wisata

301
OUTLOOK EKONOMI : Seminar Kebijakan Pembangunan Ekonomi Menuju Semarang Hebat yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, di Hotel Dafam, Rabu (13/12). (Ist)
OUTLOOK EKONOMI : Seminar Kebijakan Pembangunan Ekonomi Menuju Semarang Hebat yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, di Hotel Dafam, Rabu (13/12). (Ist)

SEMARANG– Tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang dalam kurun waktu lima tahun terakhir sangat mendominasi. Mencapai 5,7 persen per tahun. Angka tersebut  lebih baik dari Provinsi Jawa Tengah.

Menyongsong tahun 2018, Pemkot Semarang diharapkan dapat mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor lain yang belum tergarap maksimal. Seperti pariwisata. Saat ini sektor utama pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang ada di industri pengolahan, perdagangan dan kontruksi.

Hal ini terungkap dalam Seminar Kebijakan Pembangunan Ekonomi Menuju Semarang Hebat yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, di Hotel Dafam, Rabu (13/12). Ada tiga pembicara yang dihadrikan dalam kegiatan tersebut, yakni dari Bank Indonesia (BI), akademisi dan Bappeda.

Menurut perwakilan dari Bank Indonesia Andi Raina Sari, tiga sektor utama masih mendominasi pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Jawa Tengah ini, yakni sektor infrastruktur dan keberadaan bandara, pelabuhan dan konektivitas jalan tol.  Sedangkan untuk konstruksi pembangunan hotel menandakan jika iklim investasi di kota ini cukup baik.

Akan tetapi di tahun 2018 nanti pemkot mesti melakukan gebrakan yang lebih signifikan dengan menggarap sektor lain, seperti kepariwisataan, misal pembentukan kampung tematik yang menampilkan ciri khas Semarangan.

“Seperti kampung pelangi yang viral. Harus munculkan kampung tematik lainnya, misal kampung lumpia, atau kampung presto. Dengan adanya kampung tematik itu, selain mendorong pariwisata, perdagangan dan pelaku UMKMnya juga jalan,” tandasnya.