33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Telusuri Buku SD Kontroversi Yerusalem

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Viral buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 6 SD Penerbut Yudhistira terkait kontroversi Yerusalem Ibu Kota Israel yang tersebar melalui media sosial, menjadi perhatian banyak pihak untuk menindaklanjutinya.  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang menelusuri apakah buku tersebut digunakan siswa SD di Kota Semarang atau tidak.

Di salah satu bagian halaman buku tersebut menyebut bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel. Ini menjadi masalah yang viral menyusul belakangan ini terkait keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Keputusan tersebut menuai kecaman dan amaran dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Kami minta Dinas Pendidikan Kota Semarang menelusuri buku tersebut. Jika memang buku tersebut digunakan di sekolah dasar Kota Semarang, maka harus segera ditarik,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narendra, Rabu (13/12).

Dikatakannya, buku tersebut tidak relevan untuk digunakan sebagai acuan pendidikan. Maka dari itu, pihaknya meminta agar Dinas Pendidikan Kota Semarang responsif. “Isi buku yang menyebutkan Jerusalem adalah Ibu Kota Israel sudah tidak relevan. Itu salah satu bentuk pembohongan publik. Sebab, secara de facto dan de jure, Yerusalem adalah bagian Palestina,” katanya.

Dikatakannya, Dinas Pendidikan Kota Semarang harus segera menemukan buku tersebut untuk kemudian dilakukan kajian. Sehingga masalah seperti ini tidak kemudian dibiarkan. Termasuk mencari solusi alternatif penyelesaian agar tidak memicu masalah lebih lanjut.  “Kalau perlu melakukan audiensi dengan penerbit agar buku tersebut segera ditarik dari peredaran,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menyatakan telah bergerak. pihaknya telah meminta agar jajarannya melakukan penelusuran terkait buku kelas 6 SD yang dimaksud. “Dinas Pendidikan masih melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah,” katanya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah membenarkan bahwa buku itu merupakan terbitan Yudhistira 2008. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Permintaan Kulkas dan AC Tinggi

SEMARANG – Penjualan elektronik Sharp pada bulan Mei 2017 mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini karena masyarakat membutuhkan berbagai perangkat elektronik...

Turun Tangan, Stabilkan Harga Pasar

SEMARANG  - Di 2017 ini masyarakat diberi hadiah tidak mengenakkan dengan melambungnya harga komoditas cabai yang sangat tinggi. Mulai pasca tahun baru hingga saat...

Posisi Sekdes Dijual Rp 70 Juta

UNGARAN – Dugaan jual beli jabatan mulai marak dalam seleksi perangkat desa. Berdasar laporan, beberapa pihak sudah membandrol harga untuk penempatan perangkat desa. Kasak...

Mulai Rintis Agrowisata Kuncen

GETASAN – Tidak ingin memanfaatkan dana Desa hanya sebatas untuk infrastruktur, Desa Polobugo berusaha mengembangkan agrowisata di daerahnya. Tujuannya, ketika sudah jadi, agrowisata ini dapat...

Borobudur Marathon Utamakan Kualitas

SEMARANG - Borobudur Marathon 2017 yang akan digelar di kompleks Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Minggu (19/11) mendatang dipastikan berbeda dari sebelumnya. Sebab, tahun ini,...

Bupati dan DPRD akan Galang Dana untuk Persik

KENDAL—Meski lolos sebagai juara satu Laga Liga 3 Jateng dan maju sebagai perwakilan Jateng di Liga 3 Nasional, Persik Kendal masih kesulitan pembiayaan. Pasalnya,...