Satu Divonis 1 Tahun, Tapi 3 Dibebaskan

Vonis Pengeroyokan Taruna Akpol Janggal

943
TERPUKUL : Di pelukan keluarga, Christian Atmadibrata Sermumes menangis histeris atas vonisnya yang lebih berat ketimbang rekannya yang lain. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERPUKUL : Di pelukan keluarga, Christian Atmadibrata Sermumes menangis histeris atas vonisnya yang lebih berat ketimbang rekannya yang lain. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGSUNG GEMBIRA : Salah satu terdakwa terlihat menelepon langsung tersenyum usai divonis ringan dan langsung bebas. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGSUNG GEMBIRA : Salah satu terdakwa terlihat menelepon langsung tersenyum usai divonis ringan dan langsung bebas.
(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, membacakan vonis terhadap 4 taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Yakni, taruna yang diduga melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan kematian Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam.

Sayangnya, nasib malang atas vonis tersebut hanya menimpa seorang terdakwa bernama Christian Atmadibrata Sermumes Bin Yohanes Murdiyanto. Christian diganjar lebih berat ketimbang ketiga rekannya, dalam sidang di PN Semarang, Rabu (13/12) kemarin.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Antonius Widijantono ini menjatuhkan hukuman paling berat terhadap Christian dengan pidana 1 tahun penjara. Sedangkan tiga terdakwa lainnya yang diperiksa dalam satu berkas, hanya diganjar 6 bulan 20 hari dan langsung bebas. Ketiganya adalah Gibrail Charthens Manorek Bin Arfi Manorek, Martinus Bentanone Bin Jondarius Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury Al Jordi Bin Jhon Dominggus Nahumury

Sedangkan satu terdakwa lain, Rinox Lewi Wattimena alias Rinox Bin Jehosua Wattimena, hanya dijatuhi hukuman 7 bulan penjara oleh majelis hakim yang dipimpin Abdul Halim Amran didampingi dua hakim anggota, yakni Manungku Prasetyo dan Pudji Widodo.

Begitu sidang usai, Christian langsung menangis sesenggukan di luar ruang sidang. Sedangkan tiga rekan lainnya, sekalipun mengeluarkan air mata, sempat tersenyum riang. Bahkan saat menelepon, sesekali terlihat tertawa riang.

Termasyk ketua majelis hakim, Antonius juga terlihat tertawa tergelak di depan para kuasa hukum dan para terdakwa usai sidang ditutup. Terutama saat para terdakwa diminta Antonius maju ke depan begitu sidang usai.