Penjurian Desa Dimulai

465
PENJURIAN: Tim penilai lomba Desa Hebat saat berkunjung ke Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENJURIAN: Tim penilai lomba Desa Hebat saat berkunjung ke Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Tim penilai lomba Desa Hebat Kabupaten Semarang mulai turun lapangan. Sudah ada dua desa yang dikunjungi. Hari pertama berkunjung ke Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan dan Desa Siwal Kecamatan Kaliwungu.

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Mindarto, yang memimpin penjurian mengatakan setidaknya ada 8 aspek yang akan dinilai. “Pemerintahan, administrasi desa, lingkungan dan hasil pembangunan, pemberdayaan masyarakat, laporan dan penggunaan dana transfer,” ujar Mindarto, Rabu (13/12).

Selain itu, juga menilai pengelolaan website milik desa, pengelolaan BUMDes, dan keunggulan desa. Menurut Mindarto, indikator tersebut dapat mewakili sebuah kondisi desa.

Apabila semua indikator tersebut terpenuhi, lanjutnya, bisa dikatakan pengelolaan desa tersebut sudah baik. Lebih rinci, Mindarto menjelaskan adapun indikator pemerintahan yaitu memiliki sarpras pemerintahan, SDM aparatur desa yang kompeten, kerjasama antar lembaga, dan transparansi.

“Untuk administrasi sub indikator yang kami nilai meliputi dokumen pengelolaan keuangan desa, data aset desa, dokumen kependudukan, surat masuk dan surat keluar, serta hasil pendataan mereka,” katanya.

Penilaian pertama dilakukan di Desa Ngasinan. Tim langsung melakukan pengecekan beberapa data di antaranya BUMDes dan laporan pertanggungjawaban dana transfer. “Kami hanya mencocokkan apakah data APBDes yang terpampang di depan kantor desa sesuai dengan kenyataannya, dan ternyata sesuai,” ujarnya.

Penilaian kedua dilakukan di Desa Siwal. Memasuki desa tim langsung melakukan pengecekan bagaimana pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. Tim menilai urgensitas kegiatan pemberdayaan dengan penanganan masalah sosial dan ekonomi.

Selain itu sasaran pemberdayaan, dampak kegiatan pemberdayaan, serta pemanfaatan potensi desa. “Pada prinsipnya penilaian hari pertama kedua desa sudah melaksanakan indikator dalam penilaian kita, karena itu dalam penilaian ini kita harus jeli sama-sama kuat,” ujarnya. Penjurian yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut selesai pada pukul 18.30 WIB. (ewb/zal)