Nilai Pancasila Jaga Harmoni Kehidupan

311
SOSIALISASI: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menyerahkan cinderamata kepada Asisten 1 Setda AN Wahyudi disela sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menyerahkan cinderamata kepada Asisten 1 Setda AN Wahyudi disela sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Nilai-nilai Pancasila yang dipraktikkan masyarakat dapat menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso,  disela sosialisasi 4 pilar kebangsaan  (Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) di Pendopo Kabupaten, jalan Kiai Singkil, kemarin.

Menurutnya, pasca reformasi 1998, seolah olah Pancasila harus dihanguskan, termasuk program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang semula dipopulerkan Orde Baru ketika itu. “Sekarang, seiring dengan lunturnya nilai nilai Pancasila yang berdampak bagi kehidupan berbangsa, maka nilai nilai Pancasila kembali digalakkan untuk ditanamkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Tentu dengan metode berbeda,” ujar dia.

Agar mudah dilaksanakan, kata dia, telah diusulkan kepada pemerintah, bahwa 4 pilar tersebut agar dimasukkan dalam kurikulum sekolah SD hingga Perguruan Tinggi. Asisten 1 Setda Pemkab Demak, AN Wahyudi mengatakan, program peninggalan rezim pemerintahan terdahulu yang bermanfaat mestinya memang tidak harus dihilangkan. “Kalau program itu baik untuk kehidupan berbangsa, maka harus dilestarikan. Pancasila adalah perekat agar tidak terjadi konflik dimasyarakat. Selain itu, menjaga NKRI adalah harga mati,” katanya dihadapan para kepala desa dan camat yang hadir dalam acara tersebut.(hib)