SEMARANG-Mantan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, Teguh Hadi Siswanto, didakwa merugikan negara hingga Rp 14,5 miliar dalam perkara dugaan kasus korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit I Jawa Tengah pada 2012-2013. Dakwaan tersebut dibacakan Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (13/12).

PU KPK, Wawan Yunarwanto, mengatakan, tindak pidana korupsi dalam pengadaan pupuk urea tablet tersebut terjadi  saat terdakwa menjabat pada periode 2011 hingga 2014. Dalam dakwaannya, KPK menjerat terdakwa dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Wawan menilai, terdakwa telah memberi persetujuan pengadaan pupuk urea tablet terhadap PT Berdikari sebagai pemenang proyek. Dikatakannya, PT Berdikari merupakan pemenang proyek yang mengajukan perpanjangan kerja sama dalam pengadaan pupuk tersebut.

Bahkan, lanjut Wawan, dalam pengajuan perpanjangan kerja sama tersebut, kata dia, PT Berdikari mengajukan penawaran berupa “cash back” atas pengadaan tersebut dengan nilai Rp450 per Kg. Kemudian dalam proses lelangnya, terdapat negosiasi fiktif yang sudah diatur oleh panitia pengadaan barang dan jasa.

Pupuk yang didistribusikan ke 18 Kesatuan Pemangkuan Hutan tersebut ternyata tidak dicek ulang apakah sudah sesuai spesifikasi yang ditentukan atau belum.

“Penyimpangan tersebut telah memperkaya terdakwa sebesar Rp140 juta,” kata PU KPK, Wawan dalam berkas dakwaanya dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Ari Widodo.

Wawan mengatakan, dana cash back dalam pengadaan pupuk tersebut juga dibagi-bagi kepada para pejabat Perum Perhutani Jawa Tengah yang mencapai Rp1,6 miliar.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan lima tersangka. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap pengadaan pupuk yang dilakukan PT Berdikari. Kelima tersangka adalah Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Periode 2010-2011 Heru Siswanto, mantan Direktur Utama PT Berdikari Asep Sudrajat Sanusi, dan mantan Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah Bambang Wuryanto.

Sedangkan, untuk pengadaan pupuk urea tablet periode 2012-2013, penyidik KPK menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Berdikari Persero Librato El Arif dan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah periode 2012-2013 Teguh Hadi Siswanto. (jks/zal)