UNGARAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang Yosep Bambang Trihardjono mengungkapkan sampai dengan tahun ketiga pelaksanaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Semarang belum ditemukan adanya kasus penyelewengan dana desa.

Menurutnya, pihaknya bersama instansi terkait termasuk kepolisian terus melakukan pendampingan agar para Kepala Desa dan perangkatnya dapat memanfaatkan dana desa dengan baik.

“Belum ada kasus penyelewengan dana desa di Kabupaten Semarang. Hanya ditemukan kesalahan administrasi pelaporan yang masih bisa diperbaiki,” katanya usai pembekalan tentang Pemerintahan Desa dan Pengelolaan Dana Desa bagi bintara Pembina keamanan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) Polres Semarang di Kecamatan Tuntang, Rabu (13/12).

Dikatakan Yosep, pengalokasian DD dalam jumlah yang relatif besar perlu mendapat pendampingan agar tepat sasaran dan tepat manfaat. Karenanya, pelibatan babinkamtibmas diperlukan.

Supaya penyelenggara pemerintahan desa dapat merasa nyaman dan aman memanfaatkan dana desa untuk pembangunan desa. Dijelaskannya, saat ini DD masih banyak dikonsentrasikan untuk pembangunan infrastruktur.

Seperti halnya betonisasi jalan desa, pembangunan talud, maupun drainase. Menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur desa sangat mendesak dilakukan. Sehingga penggunaan DD untuk pembangunan infrastruktur sangat tepat.

“Hal ini sesuai dengan cita-cita Bapak Presiden kita dimana pembangunan wilayah pinggiran dan desa,” kata Yosep. Meski begitu, ia tetap mewanti-wanti supaya kepala desa tidak main-main dengan DD. Jumlahnya yang besar, lanjutnya, harus digunakan untuk mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin yang hadir pada kesempatan itu mengatakan para kepala desa dan perangkatnya agar memanfaatkan DD dan Alokasi Dana Desa (ADD) sesuai peraturan.“Jangan gunakan dana desa seperti pakai uang milik sendiri. Pencegahan penyelewengan dana desa lebih baik dengan melibatkan personel polisi,” ujar Mundjirin. -(ewb/bas)