Belum Ditemukan Penyelewengan Dana Desa

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

UNGARAN – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang Yosep Bambang Trihardjono mengungkapkan sampai dengan tahun ketiga pelaksanaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Semarang belum ditemukan adanya kasus penyelewengan dana desa.

Menurutnya, pihaknya bersama instansi terkait termasuk kepolisian terus melakukan pendampingan agar para Kepala Desa dan perangkatnya dapat memanfaatkan dana desa dengan baik.

“Belum ada kasus penyelewengan dana desa di Kabupaten Semarang. Hanya ditemukan kesalahan administrasi pelaporan yang masih bisa diperbaiki,” katanya usai pembekalan tentang Pemerintahan Desa dan Pengelolaan Dana Desa bagi bintara Pembina keamanan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) Polres Semarang di Kecamatan Tuntang, Rabu (13/12).

Dikatakan Yosep, pengalokasian DD dalam jumlah yang relatif besar perlu mendapat pendampingan agar tepat sasaran dan tepat manfaat. Karenanya, pelibatan babinkamtibmas diperlukan.

Supaya penyelenggara pemerintahan desa dapat merasa nyaman dan aman memanfaatkan dana desa untuk pembangunan desa. Dijelaskannya, saat ini DD masih banyak dikonsentrasikan untuk pembangunan infrastruktur.

Seperti halnya betonisasi jalan desa, pembangunan talud, maupun drainase. Menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur desa sangat mendesak dilakukan. Sehingga penggunaan DD untuk pembangunan infrastruktur sangat tepat.

“Hal ini sesuai dengan cita-cita Bapak Presiden kita dimana pembangunan wilayah pinggiran dan desa,” kata Yosep. Meski begitu, ia tetap mewanti-wanti supaya kepala desa tidak main-main dengan DD. Jumlahnya yang besar, lanjutnya, harus digunakan untuk mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin yang hadir pada kesempatan itu mengatakan para kepala desa dan perangkatnya agar memanfaatkan DD dan Alokasi Dana Desa (ADD) sesuai peraturan.“Jangan gunakan dana desa seperti pakai uang milik sendiri. Pencegahan penyelewengan dana desa lebih baik dengan melibatkan personel polisi,” ujar Mundjirin. -(ewb/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -