KIRIMKAN BAHAN POKOK: Pemprov Jateng menggelar CBP dan GSP, sekaligus mengirimkan 20 armada berisi bahan pokok ke 6 karisidenan. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KIRIMKAN BAHAN POKOK: Pemprov Jateng menggelar CBP dan GSP, sekaligus mengirimkan 20 armada berisi bahan pokok ke 6 karisidenan. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Jateng menggelar operasi pasar. Jika ketahuan ada pihak yang sengaja memainkan harga di pasar atau melakukan penimbunan, akan dipidanakan.

Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) dimulai di halaman kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (13/12). Pada kegiatan itu, sejumlah komoditas bahan pokok seperti beras, gula pasir, daging beku, dan minyak goreng, disebar ke 6 karisidenan. Mulai dari Pekalongan, Banyumas, Semarang, Pati, Solo, dan Magelang. Terhitung ada 20 armada yang dilepas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan dari Kepolisian, Bulog sub Divre Jateng, dan pimpinan OPD.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Sri Puryono menjelaskan, bahan pokok yang dibawa armada itu nantinya akan didistribusikan ke sejumalh titik pasar tradisional yang ramai masyarakat.

“Semoga harga komoditas pangan tetap terkendali. Terlebih, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” harap pria yang juga menjabat sebagai Sekda Jateng ini.

Pada kesempatan itu, Sri Puryono meyakinkan bahwa stok komoditas pangan di Jateng masih memadai. Pemprov melalui Bulog Divre Jateng juga menyiapkan 130 ribu ton beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Februari mendatang. Selain itu juga 43 ribu ton gula pasir, dan 230 ribu liter minyak goreng.

Gubernur Ganjar menambahkan, belakangan ini, ada dua komoditas pangan yang juga memeroleh perhatian pemerintah. Yakni cabai merah yang harganya juga merangkak naik dan bawang merah yang harganya turun beberapa waktu terakhir.

“Dua komoditas sekarang yang dipantau betul-betul adalah kenaikan harga cabai merah yang lumayan tinggi dan turunnya harga bawang merah,” bebernya.

Karena itu, orang nomor satu di Jaetng ini meminta TPID segera menyusun analisis tentang alasan dibalik fluktuasi dua komoditas pangan tersebut dan segera memublikasikan kepada publik. (amh/zal)