Tiga Desa Zona Bahaya Gunung Merapi Menolak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

“Warga melakukan perlawanan dengan memasang spanduk warna putih dan menggalang tanda tangan, sebagai bukti penolakan.”

PURNOMO

MAGELANG—Tiga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menolak penambangan dengan alat berat di Sungai Tlingsing. Protes warga dilakukan dengan aksi dan pemasangan spanduk. Ketiga desa tersebut berada di zona 3 berbahaya gunung Merapi. Hal itu sesuai dengan peta mitigasi bencana yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang.

Tiga desa yang dimaksud adalah Sengi, Paten, dan Sewukan. Perangkat Desa Sengi, Purnomo mengatakan, aksi penolakaan bermula ketika warga mendengar isu akan adanya kegiatan penambangan di lokasi Sungai Tlising, menggunakan alat-alat berat. “Warga melakukan perlawanan dengan memasang spanduk warna putih dan menggalang tanda tangan, sebagai bukti penolakan,” kata Purnomo, Selasa (12/12) kemarin.

Tidak hanya itu. Warga tiga desa, sambung Purnomo, juga telah melayangkan surat keberatan dan penolakan ke kantor Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Surat dilampiri tanda tangan warga yang menolak. Purnomo menyampaikan, pihaknya mendengar informasi bahwa BBWSO saat ini sedang memproses izin penambangan atau normalisasi ke salah satu perusahaan. Ironisnya, pihak BBWSO belum menanggapi keluhan warga.

Padahal, Sungai Tlingsing merupakan sungai yang berhulu di Merapi dan melintasi tiga desa tersebut. “Atas dasar kesepakatan warga pada 7 November 2017, penambangan dengan alat berat tidak lagi diperbolehkan.” Penambangan dengan alat berat membahayakan, utamanya di saluran garung dan saluran irigasi Bawangan pada saat curah hujan tinggi. “Tapi untuk penambangan manual masih tetap diperbolehkan atas izin dari tim teknis,” kata Purnomo. (jpg/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -