33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Ternyata, Dua Warga Batang Supect Difteri

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

BATANG–Ternyata, warga Batang yang dinyatakan suspect difteri ada dua orang. Keduanya merupakan warga Kecamatan Gringsing dan Banyuputih, satunya ABG laki-laki berumur 15 tahun dan anak laki-laki berumur 6 tahun. Namun kedua warga Batang tersebut memang tidak memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang. Namun pihak RSUD Batang turut melakukan pemantuan terhadap kedua warga tersebut.

“Kami mendapat laporan, ada warga kami yang didiagnosa suspect difteri. Namun karena perhitungan jarak kedua pasien dari Batang Timur, akhirnya langsung direkomendasikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang dan RS di wilayah Kendal yang jaraknya lebih dekat,” kata Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang, dr Junaidi melalui Kasi Pelayanan Medis dr Nurul Hidayati, Selasa (12/12) kemarin.

Perlu diketahui, pasien yang berobat ke RSUD Kendal akhirnya dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang, sebagaimana diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/12) kemarin. Kendati begitu, atas kasus tersebut, kata dr Yati panggilan akrab dr Nurul Hidayati, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan antisipasi. Selain langsung menggelar pelatihan khusus kepada perawat dan dokter setempat dalam penanganan penyakit difteri, juga menyediakan ruang isolasi khusus, jika nantinya ada pasein difteri.

“Kami sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas, walaupun saat ini baru ada satu ruang isolasi. Penyakit ini, penanganannya beda, harus diisolasi. Karena penyebarannya lewat udara,” jelasnya.

Ruang isolasi yang dimaksud berada di lantai 2 di Ruang Kenanga. Ruangan tersebut dilengkapi dengan penyaring udara khusus. Lokasinya juga jauh dan terbatas dari jangkauan pengunjung, sehingga aman dari hiruk pikuk orang.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dan berbagai peralatan khusus, termasuk kepada pendamping, perawat dan dokter yang menangani. Selain itu, masih ada aturan ketat dalam pengawasan maupun tindakan kepada pasien.

“Nantinya pasien dan semua orang yang menangani, harus diperlakukan khusus. Hal tersebut berlaku juga, terhadap pasien suspect hingga sembuh dari bakteri difteri,” jelasnya.

Walaupun hingga saat ini belum ada laporan adanya warga Batang lainnya yang terkena difteri, pihaknya terus waspada dan mempersiapakan diri dengan baik. Baik personel maupaun fasilitas di rumah sakit.

Ditambahkan dokter spesialis anak RSUD Batang dr Tan Evisusanti, bahwa penyebaran kuman Difteri memang sangat cepat melalui udara. Sehingga siapapun harus hati-hati, termasuk harus adanya ruang isolasi khusus dalam perawatannya.

“Pencegahan penyakit ini dengan imunisasi saat balita. Penyakit ini sering menyerang bayi dan remaja. Namun ada beberapa kasus orang dewasa yang kena. Timbulnya penyakit ini, karena kantong-kantong imunisasi kurang, sehingga menular dan menyebar,” ucapnya.

Penyakit ini memang berbahaya, karena bisa menyebabkan kematian. Untuk itu, harus dilakukan penanganan dengan baik dan dini, agar pasien bisa sembuh dan tidak menularkan ke orang lain. Termasuk, jikapun hanya pasien suspect, akan diterapi dan diperlakukan seperti penderita difteri agar tidak menyebar atau malah menjadi penyakit. “Kalau dibiarkan, ke depan bisa menjadi bibit dan menyebar kepada orang lain,” tandasnya.

Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Vivi Vira saat dimintai konformasi, mengakui sejauh ini baru menerima satu pasien yang diduga mengidap penyakit difteri. Pasien tersebut dari Batang. “Jumlah pasien baru satu, rujukan dari Batang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/12) kemarin.

Diakuinya, karena penyakit difteri merupakan penyakit menular, pihaknya telah berupaya melakukan isolasi guna pencegahan penyebaran. “Ini penyakit menular. Pasien sudah diisolasi yang full,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan supaya tidak terserang penyakit menular tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat adalah menjaga kesehatan. “Harus berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan. Terlebih menjaga etika batuk,” imbuhnya. (han/mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Jembatani Pemerintah Terapkan Obligasi Daerah

RADARSEMARANG.COM - Belakangan obligasi daerah sebagai salah satu instrumen pendanaan dalam pembangunan Jawa Tengah santer didengungkan. Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Semarang juga turut...

Siswi TK Pamekar Budi Juara 1 Lomba Mewarnai Generasi Emas

DEMAK-Afiqotun Ni’mah-akrab disapa Fifi-, siswi TK Pamekar Budi, Minggu (24/9) kemarin, berhasil meraih juara 1 dalam lomba menggambar tingkat Kabupaten Demak. Prestasi Fifi patut diacungi jempol....

Miras dan Knalpot Jambrong Dimusnahkan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 2.024,9 liter minuman keras, ribuan botol beserta seratus knalpot jambrong, dimusnahkan jajaran Polres Magelang Kota di Asrama Polisi Ganten, Rabu...

SMK Siap 100 Persen, SMA 98 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tinggal menghitung hari. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memastikan kesiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis...

Membudayakan Literasi dengan Membaca Buku Fiksi

RADARSEMARANG.COM - BUDAYA baca masyarakat Indonesia sangat rendah sekali dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini dapat dilihat dari data UNESCO mencatat indeks minat baca...

Tunggakan Capai Rp 8,1 M

SEMARANG – Kesadaran perusahaan di Semarang untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan (TK) masih rendah. Bahkan sampai akhir tahun ini saja khusus di Kantor BPJS...