BARANG BUKTI : Kepala Satpol PP Bambang Saptoro menunjukkan sejumlah peralatan benda tajam milik anak jalanan yang telah diamankan dalam operasi. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI : Kepala Satpol PP Bambang Saptoro menunjukkan sejumlah peralatan benda tajam milik anak jalanan yang telah diamankan dalam operasi. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Keberadaan anak jalanan di wilayah Demak mendapat pengawasan serius Satpol PP Pemkab Demak. Pasalnya, mereka tidak hanya mengganggu ketertiban di setiap traffic light atau lampu merah (bangjo), namun mereka juga rawan terlibat tawuran atau perkelahian. Sebab, dalam operasi anak jalanan, Satpol PP menemukan beberapa barang bukti (BB) yang membahayakan. Misalnya, peralatan berupa gir, pisau lipat, gelang besi, sabuk bergerigi, anting, kalung balung kuwuk dan asesoris lainnya khas anak jalanan. Sejumlah BB tersebut disita dan telah diamankan.

Kepala Satpol PP, Bambang Saptoro mengatakan bahwa anak-anak jalanan tersebut tidak hanya dari wilayah Demak, tapi juga dari daerah lain. “Kami mengamankan BB yang membahayakan. Sedangkan, anak jalanan yang terjaring operasi dibawa ke panti untuk pembinaan,” katanya.

Kasi Penyidik dan Penyelidikan Satpol PP, Joko S menambahkan, anak-anak jalanan itu diamankan saat nongkrong dan meminta di bangjo Zebor, Katonsari, Stadion, Jogoloyo, Alun-Alun dan lokasi lainnya. “Mereka bilang, habis nonton konser dan nonton bola,” katanya.

Mereka naik truk satu ke truk lainnya selama menjalani hidup di jalanan. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, mereka mengamen. Ada pula di antara mereka yang lulusan perguruan tinggi (PT) atau sarjana. Meski demikian, mereka enjoy dengan dunia jalanan. Saat diamankan Satpol PP, petugas juga langsung memotong rambut gimbal anak-anak jalanan tersebut agar bersih.(hib/ida)