33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Pelaku Cekik Korban Hingga Tewas

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

KENDAL—Pelaku pembunuhan terhadap Karlina Dwi Jayanti, 21, warga Tegal, dilakukan dengan sangat keji oleh tersangka Sunari, 41, warga Kecamatan Plantungan. Pelaku memukul dan mencekik korban hingga tewas.

Hal itu terungkap dalam rekontruksi yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Kendal. Ada belasan adegan dimainkan oleh tersangka dalam reka ulang tersebut. Kejadian bermula dari perjalanan Karlina dari Jakarta hingga Sukorejo.

Kedatangan Karlina ke Kendal bersama Sunari, lantaran dijanjikan oleh pelaku untuk dinikahi dan dikenalkan dengan keluarga pelaku di Sukorejo. Karlina menagih janji tersebut, tapi mendapatkan penolakan dari Sunari. “Kami mengingap di salah satu hotel di Sukorejo. Kemudian malamnya, saya ajak korban mencari makan malam,” tuturnya.

Sunari mengajak Karlina ke sebuah jalan setapak dekat lapangan Sukorejo dekat area persawahan. Disitulah Sunari menghabisi korban Karlina. Sunari kesal karena Karlina terus menagih janji untuk dinikahi. Sementara Sunari belum bisa menikahi, lantaran masih memiliki tanggungan anak dan istri yang sah.

Disitulah kemudian terjadi cekcok. “Kemudian korban mengambil kayu bambu dan memukulkan ke saya, hingga saya tersungkur jatuh. Saya berbalik dan mencekik Karlina dan dia juga melakukan hal yang sama, mencekik saya,” jelasnya.

Cekikan keras dari Sunari ternyata menewaskan Karlina. Saat melihat Karlina lemas, Sunari meninggalkan begitu saja korban. Sebelum meninggalkan korban, terlebih dahulu Sunari membalikan tubuh korban dengan posisi tengkurap.

Beberapa saat setelah itu, dalam reka ulang tampak saksi Sutrisno dan Maryono melintas dan melihat korban. Kemudian memanggil warga sekitar untuk menolong dan melaporkan ke Polsek Sukorejo.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar menjelaskan ada 10 adegan reka ulang. Dimulai dari tersangka dan korban saat keluar dari Hotel Pringgading di Sukorejo. Sampai kejadian terbunuhnya Karlina terungkap dalam reka ulang. “Reka ulang ada 10 adegan agar kami jelas bahaimana kejadian yang sebenarnya,”ujar Aris.

Modus pelaku lantaran kesal dimintai pertanggungjawaban untuk menikahi korban. Pelaku menghabisi korban dengan cara mencekik leher hingga tewas. Atas perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 351 KUHP tentang penganiyaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Ancaman pidana, 15 tahun penjara,” imbuhnnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Puluhan Ekor Hewan Kurban Belum Cukup Umur

SEMARANG- Sebanyak 14 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dijual pedagang di Jalan Jolotundo dan Jalan Gajah Semarang, tidak layak untuk dijadikan sebagai...

Pelajar Diberi Pendidikan Politik

WONOSOBO – Sedikitnya 300 pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Wonosobo mengikuti sosialisasi Pembinaan Pendidikan Politik Bagi Pelajar yang diprakarsai oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)...

Ubah Di Menjadi Me, Jangan Sebaliknya

RADARSEMARANG.COM - DUA hari lalu saya menerima pesan WA. Dari seorang kiai. Saya memanggilnya Yi Ahmadi. Dia kiai salaf. Kitab kuningnya banyak. Ke mana-mana...

Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Elektronik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Momentun Ramadan dan Idul Fitri turut mendongkrak pertumbuhan penjualan elektronik di Jawa Tengah meningkat sebesar 20-30 persen. Lantaran ditunjang adanya pembayaran tunjangan hari...

All Final ABS di Tiga Kelompok Usia Usia

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO-Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) ABS Wonosobo merengkuh tiga partai all final kelompok usia Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVII Wonosobo 2018, yang berakhir...

Kondom

Jual kondom? “Tumben pak Dahlan mau beli kondom,” tanya petugas apotik Kimia Farma di belahan selatan Surabaya itu. “Tidak beli. Hanya tanya,” jawab saya. Saya baru tahu...