SEMINAR : Kaesang Pangarep mengisi seminar di Udinus Semarang, Selasa (12/12) kemarin. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMINAR : Kaesang Pangarep mengisi seminar di Udinus Semarang, Selasa (12/12) kemarin. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Sukses mengorbitkan tiga usahanya, Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali memperkenalkan start up bidang kuliner. Adalah madhang.id, start up kuliner yang dikawinkan dengan teknologi, bisa mempertemukan cita rasa khas masakan rumahan bagi para pengguna aplikasi tersebut.

Kaesang yang didaulat memberikan kuliah umum bertema Open Your Mind Creative Your Open Your Mind Creative Your Success tersebut, putra ketiga orang nomor satu di Indonesia ini, membagikan lika-likunya menekuni berbagai bidang usaha di hadapan 400 mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Selasa (12/12) kemarin.
Sebelumnya, Kaesang telah memperkenalkan beberapa start up yang dijalankannya, antara lain clothing line Sang Javas, Sang Pisang dan board game Hompimpa dan terakhir madhang.id. “Tidak semua usaha yang saya tekuni berhasil. Saya pernah punya clothing line tahun 2014 lalu dan bangkrut,” ujarnya bercanda disambut tawa peserta.

Madhang.id merupakan kolaborasi Kaesang dengan tim dari Udinus Semarang. Aplikasi ini menyerap ibu rumah tangga sebagai segmen pasar yang bisa menjual masakan khas rumahan Indonesia. “Sebelum aplikasi ini dicetuskan, tim madhang.id sudah melakukan riset terlebih dulu. Sebanyak 90 persen orang menjawab masakan paling enak adalah masakan rumahan buatan ibu mereka,” jelasnya.

Segmen dari aplikasi madhang.id adalah ibu rumah tangga, baik yang memiliki warung maupun tidak. Kaesang menjelaskan, syarat untuk bisa menggunakan aplikasi ini adalah harus memiliki dapur sendiri, ponsel pintar dan bersedia menyiapkan tempat untuk pembeli, karena ada opsi makan di tempat.

Sedangkan segmen pengguna aplikasi sangat luas meliputi pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran maupun turis. Pengguna juga dapat berkomunikasi langsung melalui aplikasi dengan tenant. “Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini bisa memiliki value di negaranya sendiri dengan berkembangnya start up semacam ini,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MKom mengatakan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak untuk perubahan supaya bisa menyiasati agar tidak terlindas. Selain Kaesang, kuliah umum tersebut juga mengundang Operational Manager Enterprise, Government and Business Services PT Telkom Indonesia, Leonardho Budhi. (tsa/ida)