SEMARANG – Pekerja yang jauh dari keluarga, berpotensi untuk ‘jajan’ di sembarang tempat. Kondisi tersebut membuat penyebaran virus HIV/AIDS makin meluas. Hal itu disampaikan General Manager Pertamina Refinary Unit (RU) IV Dadi Sugiana saat Seminar dan Workshop Penanggulangan HIV/AIDS 2017 bertema “Saya Berani Saya Sehat untuk Memperingati Hari AIDS Sedunia” di Gradhika Bakti Praja, Selasa (12/12).

Menurutnya, profesi seperti pelaut, perantau, sopir, dan pekerja yang jauh dari keluarga, termasuk pria yang masuk golongan 4M. Yakni man, mobile, money, dan macho. Artinya, pria yang pekerjaannya mobile, banyak uang dan cenderung suka wanita.

“Kita tahu bahwa HIV/ AIDS dapat terjadi pada siapa saja, termasuk di lingkungan kerja, dan memberi dampak negatif bagi seluruh pekerja maupun keluarganya. Termasuk pekerja Pertamina yang masuk kategori 4 M,” jelasnya.

Ditambahkan, sudah sekitar tiga tahun terakhir ini Pertamina RU IV Cilacap gencar melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Bahkan, pada 2016 lalu, Pertamina RU IV menginisiasi komitmen bersama pemerintah daerah dan perusahaan swasta untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Kepedulian penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan, lanjutnya, membuahkan penghargaan dari pemerintah pusat. Dadi membeberkan, selama dua tahun berturut-turut (2016-2017), pihaknya mendapat penghargaan platinum untuk implementasi program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko sekaligus Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng menambahkan, infeksi HIV/ AIDS terjadi karena persoalan perilaku. Untuk itu dia meminta agar setiap orang yang sudah dewasa, terutama yang pekerjaannya berisiko tinggi, mempunyai pengendalian diri yang baik.

“Misalnya pekerja di pelabuhan, pelaut juga mendarat di mana, itu kan risiko tinggi. Sudah berbulan- bulan tidak bertemu istri misalnya. Risiko tinggi suami, juga bisa berisiko tinggi bagi istrinya. Dan itu juga bisa berisiko tinggi bila istrinya sedang mengandung,” katanya.

Mengingat risikonya domino dan dampaknya tidak ringan, Heru meminta dengan tegas agar suami maupun istri, dan orang dewasa yang belum menikah dapat menahan dan mengatur diri untuk berperilaku hidup sehat. (amh/ric)