33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Ikatan Keluarga Lemhanas Jateng Dilantik

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

OPTIMISISTIS : Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional Ikal Komisariat Provinsi Jateng periode 2017-2022 (paling kanan) bersama pengurus Ikal dan Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. (ISTIMEWA)
OPTIMISISTIS : Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional
Ikal Komisariat Provinsi Jateng periode 2017-2022 (paling kanan) bersama pengurus Ikal
dan Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. (ISTIMEWA)

SEMARANG–Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP resmi dilantik menjadi Ketua Ikatan Keluarga Lemhanas (Ikal) Komisariat Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2022.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, belum lama ini.

Usai melantik, Agum mengatakan sebagai alumni sebuah institusi yang sangat prestisius, Ikal Jawa Tengah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berat.

Apalagi dalam situasi yang berkembang saat ini. Mereka harus bisa menjaga keutuhan NKRI dengan menyumbangkan pikiran dan membantu pemimpin daerah maupun nasional dalam memecahkan permasalahan bangsa dalam seluruh aspek kebangsaan.

Dikatakan Agum, saat ini terdapat kekuatan minoritas yang ingin memecah-belah bangsa Indonesia, dengan memanfaatkan situasi dan kondisi di mana Indonesia dalam masa transisi menuju era yang diinginkan masyarakat.

Untuk itu dia menekankan anggota Ikal harus mempunyai watak sebagai pejuang yang selalu peduli terhadap keadaan situasi maupun kondisi bangsa dan berwawasan negarawan. Sehingga segala tindakannya berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kita harus hati-hati, harus waspada. Jangan mau dipecah-belah, jangan kalah oleh kekuatan yang kecil ini. Mayoritas bangsa ini mendambakan bangsa ini tetap utuh dalam wadah NKRI,” katanya.

Mantan Gubernur Lemhanas periode 1998-1999 ini mengingatkan dalam memberikan masukan dan solusi kepada kepala daerah maupun presiden jangan didasari oleh rasa kebencian.

Namun harus didasari kecintaan terhadap bangsa dan negara, agar masukan dan solusi yang diberikan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan strategis yang dihadapi.

“Mungkin masukan ini baik, mungkin tidak enak didengar tapi ini kewajiban kita sekaligus kita berikan solusinya. Kita tidak akan pernah ragu, segan, dan takut sejauh apa yang kita lakukan itu tujuannya untuk bangsa dan negara bukan karena kebencian,” ujarnya.

Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional menambahkan, dirinya langsung menyusun rencana kegiatan dalam waktu dekat ini.

“Serta kami akan bersinergi kepada pemerintah maupun swasta agar terjalinnya kerjasama. Harapannya IKAL Jateng juga menciptakan peluang usaha di negara tetangga dan meningkatkan kerjasama yang telah terjalin selama ini,” kata Sunatha.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Sri Puryono mengatakan dengan adanya Ikal Jawa Tengah berarti ada tambahan kekuatan baru dalam membantu mengatasi persoalan dan PR yang ada di Jawa Tengah.

Sebagai alumni lulusan lembaga yang menguatkan kebangsaan dan mempunyai latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam, mulai dari TNI, Polri, birokrasi, LSM, hingga pengusaha, akan banyak kontribusi yang diberikan, agar Jawa Tengah mampu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Dalam bidang ideologi, Ikal diharapkan ikut andil mencari solusi dalam memantapkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat.

Mengingat saat ini ada kelompok-kelompok masyarakat yang sedikit memahami ideologi bangsa, bahkan mau merubahnya.

“Mau kanan pol atau kiri pol, kita rangkul ke tengah dalam semangat ke-Indonesia-an yang berbhineka dalam wadah Pancasila,” katanya.

Di bidang ekonomi, pemerintah dan Ikal diharapkan bersinergi untuk bersama-sama memperkuat ekonomi nasional dan UMKM agar menghasilkan produk berkualitas .

Sehingga mampu naik kelas dan mempunyai daya saing di tengah tingkat persaingan regional maupun global yang semakin ketat.

Dan yang tidak kalah penting adalah memperkuat budaya dan kearifan lokal sebagai kebanggaan dan benteng menghadapi gempuran budaya luar yang negatif.

“Saya berharap betul, Ikal Jateng ikut terus mengedukasi dan melestarikan kebudayaan lokal Jawa Tengah sebagai kekayaan budaya nasional,” ujarnya (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Tiga Hakim Jateng Dilaporkan KY

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak tiga hakim dari Kota Semarang dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY), dengan tuduhan melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH)....

75 Sarjana Cukupi Kebutuhan Perwira Polisi

SEMARANG - Sebanyak 75 sarjana dari berbagai bidang disiplin ilmu dinyatakan lulus Pendidikan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Di antaranya dalam bidang hukum,...

Tim Basket Perbanyak Uji Coba

SEMARANG - Tim basket putra dan putri Jateng yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) terus mempersiapkan diri. Salah satunya dengan memperbanyak melakukan...

Disdikbud Abaikan Rekomendasi BPK

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal ngotot akan memperjuangkan guru dan pegawai tidak tetap (GTT dan PTT) untuk tidak perlu mengembalikan dana kegiatan...

Polisi Bersenjata Amankan Wisata Pantai Depok

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Kepolisian Resor Pekalongan memperketat pengamanan di sejumlah objek wisata, salah satunya adalah objek wisata Pantai...

Layanan UPTSA DPMPTSP Terkendala OPD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Rencana Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kendal mengembangkan layanan satu atap mengalami kendala. Lantaran masih ada Organisasi...