UCAPAN SELAMAT : Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar memberi ucapan selamat kepada Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional Ikal Komisariat Provinsi Jateng periode 2017-2022. (ISTIMEWA)
UCAPAN SELAMAT : Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar memberi ucapan selamat kepada Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional Ikal Komisariat Provinsi Jateng periode 2017-2022. (ISTIMEWA)
OPTIMISISTIS : Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional Ikal Komisariat Provinsi Jateng periode 2017-2022 (paling kanan) bersama pengurus Ikal dan Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. (ISTIMEWA)
OPTIMISISTIS : Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional
Ikal Komisariat Provinsi Jateng periode 2017-2022 (paling kanan) bersama pengurus Ikal
dan Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. (ISTIMEWA)

SEMARANG–Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP resmi dilantik menjadi Ketua Ikatan Keluarga Lemhanas (Ikal) Komisariat Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2022.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Ikal Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, belum lama ini.

Usai melantik, Agum mengatakan sebagai alumni sebuah institusi yang sangat prestisius, Ikal Jawa Tengah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berat.

Apalagi dalam situasi yang berkembang saat ini. Mereka harus bisa menjaga keutuhan NKRI dengan menyumbangkan pikiran dan membantu pemimpin daerah maupun nasional dalam memecahkan permasalahan bangsa dalam seluruh aspek kebangsaan.

Dikatakan Agum, saat ini terdapat kekuatan minoritas yang ingin memecah-belah bangsa Indonesia, dengan memanfaatkan situasi dan kondisi di mana Indonesia dalam masa transisi menuju era yang diinginkan masyarakat.

Untuk itu dia menekankan anggota Ikal harus mempunyai watak sebagai pejuang yang selalu peduli terhadap keadaan situasi maupun kondisi bangsa dan berwawasan negarawan. Sehingga segala tindakannya berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kita harus hati-hati, harus waspada. Jangan mau dipecah-belah, jangan kalah oleh kekuatan yang kecil ini. Mayoritas bangsa ini mendambakan bangsa ini tetap utuh dalam wadah NKRI,” katanya.

Mantan Gubernur Lemhanas periode 1998-1999 ini mengingatkan dalam memberikan masukan dan solusi kepada kepala daerah maupun presiden jangan didasari oleh rasa kebencian.

Namun harus didasari kecintaan terhadap bangsa dan negara, agar masukan dan solusi yang diberikan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan strategis yang dihadapi.

“Mungkin masukan ini baik, mungkin tidak enak didengar tapi ini kewajiban kita sekaligus kita berikan solusinya. Kita tidak akan pernah ragu, segan, dan takut sejauh apa yang kita lakukan itu tujuannya untuk bangsa dan negara bukan karena kebencian,” ujarnya.

Sunatha Liman Said, Anggota Bidang Kerjasama Daerah dan Internasional menambahkan, dirinya langsung menyusun rencana kegiatan dalam waktu dekat ini.

“Serta kami akan bersinergi kepada pemerintah maupun swasta agar terjalinnya kerjasama. Harapannya IKAL Jateng juga menciptakan peluang usaha di negara tetangga dan meningkatkan kerjasama yang telah terjalin selama ini,” kata Sunatha.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Sri Puryono mengatakan dengan adanya Ikal Jawa Tengah berarti ada tambahan kekuatan baru dalam membantu mengatasi persoalan dan PR yang ada di Jawa Tengah.

Sebagai alumni lulusan lembaga yang menguatkan kebangsaan dan mempunyai latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam, mulai dari TNI, Polri, birokrasi, LSM, hingga pengusaha, akan banyak kontribusi yang diberikan, agar Jawa Tengah mampu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Dalam bidang ideologi, Ikal diharapkan ikut andil mencari solusi dalam memantapkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat.

Mengingat saat ini ada kelompok-kelompok masyarakat yang sedikit memahami ideologi bangsa, bahkan mau merubahnya.

“Mau kanan pol atau kiri pol, kita rangkul ke tengah dalam semangat ke-Indonesia-an yang berbhineka dalam wadah Pancasila,” katanya.

Di bidang ekonomi, pemerintah dan Ikal diharapkan bersinergi untuk bersama-sama memperkuat ekonomi nasional dan UMKM agar menghasilkan produk berkualitas .

Sehingga mampu naik kelas dan mempunyai daya saing di tengah tingkat persaingan regional maupun global yang semakin ketat.

Dan yang tidak kalah penting adalah memperkuat budaya dan kearifan lokal sebagai kebanggaan dan benteng menghadapi gempuran budaya luar yang negatif.

“Saya berharap betul, Ikal Jateng ikut terus mengedukasi dan melestarikan kebudayaan lokal Jawa Tengah sebagai kekayaan budaya nasional,” ujarnya (aro)