Belum Ditemukan Pasien Difteri

338

“Ke depan, jangan ada lagi masyarakat yang menolak untuk diimunisasi.”

Kuswantoro

PURWOREJO—Dinas Kesehatan meminta para orang tua untuk tidak menolak ketika balitanya diimunisasi. Imunisasi atau vaksinasi penting dilakukan agar anak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus. Salah satunya, virus difteri yang akhir-akhir ini menggejala.

Kepala Dinas Kesehatan Purworejo Kuswantoro, Selasa (12/12) kemarin menyampaikan, masih banyak orang tua yang tidak mengindahkan vaksin atau menyepelekan pentingnya vaksin lengkap untuk bayi. “Karena itu, kami berharap masyarakat ikut andil serta berperan serta, memberikan vaksin kepada anaknya.” Selain belum divaksin, faktor kekurangan gizi dan buruknya kualitas perawatan medis, juga dapat memicu munculnya difteri.

Karena itu, masyarakat harus punya kekebalan terhadap difteri dan penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Ke depan, jangan ada lagi masyarakat yang menolak untuk diimunisasi. Harus mau untuk menerima program imunisasi rutin dari pemerintah, seperti MR, Polio, Hepatitis B, Campak, DPT, BCG,” bebernya. Kuswantoro menyampaikan, di Purworejo belum dijumpai pasien menderita difteri. “Sudah sekitar sepuluh tahun lebih di Purworejo tidak ditemukan penyakit tersebut.”

Kuswantoro menjelaskan, difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Juga terkadang memengaruhi kulit. Difteri merupakan jenis penyakit menular. Termasuk, infeksi serius yang berpotensi menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

Difteri disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah. Utamanya, bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. “Maka, langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin, agar ke depan, khususnya di Purworejo, aman dari wabah difteri.” (jpg/isk)

Silakan beri komentar.