33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Upaya Penekanan Angka Kematian Bayi Dan Ibu Hamil

Akreditasi Puskesmas Se Kabupaten Pekalongan

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

KAJEN, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014, menjadi landasan hukum dalam penyelenggaraan Puskesmas, yang merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.

Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskemas, diperlukan adanya penilaian oleh fihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan, yaitu melalui mekanisme akreditasi.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, sejak awal memimpin Kabupaten Pekalongan telah mewajibkan 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, untuk melakukan akreditasi, dengan tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja, melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko. Tentu saja akreditasi ini bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Dengan terakreditasinya Puskesmas maka memacu Puskesmas untuk memenuhi standar yang ditetapkan. Menetapkan strata akreditasi Puskesmas yang telah memenuhi standar yang ditentukan. Memberikan jaminan kepada petugas Puskesmas, bahwa pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Memberikan jaminan kepada masyarakat, bahwa pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas telah sesuai standar, dan terbinanya Puskesmas dalam rangka memperbaiki sistem pelayanan, mutu dan kinerja.

“ Dengan terakreditasinya seluruh Puskesmas di Kabupaten Pekalongan, maka tidak ada lagi perbedaan pelayanan dan fasilitas, antara Puskesmas yang ada di daerah pegunungan dan Puskesmas yang ada di perkotaan, semua sama saja pelayanannya,” tegas Bupati Pekalongan, Asip Kholbisi, usai peringatan Hari Kesehatan Nasional.

Bahkan untuk meningkatkan status  balita gizi kurang di wilayah Kabupaten Pekalongan, melalui program Corporate Sosial  Responsibilities (CSR), Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan MOU dengan dengan PT Amindoway Jaya di Jakarta. Tentang Kegiatan peningkatan program kesehatan gizi balita di Kabupaten Pekalongan  ini. Maksud tujuan kesepahaman bersama ini adalah untuk melaksanakan tanggungjawab sosial, dan lingkungan perseroan terbatas di bidang kesehatan khususnya peningkatan gizi balita di Kabupaten Pekalongan.

” Kita akan melakukan terobosan untuk mengurai masalah ini, disamping kita memberikan edukasi juga memberikan bantuan ke orang tua, bantuan modal, pelayanan kesehatan gratis melalui ada Kartu Kajen Sehat, Kartu Indonesia Sehat, Bea Siswa bagi anak- anak kurang mampu, santunan dana kematian” jelas Bupati Asip.

Terobosan baru sebagai upaya menekan angka kematian pada bayi, ibu hamil dan melahirkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK dari tingkat Kabupaten hingga Desa, mengaktifkan kembali Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu atau Posnyandu disetiap tingakatan Rukun Tetangga (RT), dibangunnya Pos Kesehatan Desa yang dibidangi oleh Bidan Desa.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, membentuk kepengurusan Gema Setia atau Gerakan Masyarakat Stop kematian Ibu dan Anak, mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Rukun Tetangga.

Gema Setia bertujuan untuk memantau dan monitoring perkembangan ibu hamil, anak gizi kurang, memberikan pemahanan dan pendidikan tentang gizi dan seputar kehamilan dan permasalahannya, kesehatan lingkungan hingga penanganan dan solusi dan eksekusi di Puskesmas atau Rumah Sakit.

“Gem Setia juga membuat kelas ibu hamil, yang dipantau dan dimonitoring mulai usia kehamilan 3 bulan, hingga melahirkan, demikian juga gizi kurang pada anak. Semua dilakukan untuk menekan angka kematian dan mengurangi gizi kurang di Kabupaten Pekalongan,” jelas Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan.(thd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Ajak Masyarakat Gemar Olahraga

PEKALONGAN – Ada yang berbeda di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Hotel Sahid Mandarin Pekalongan. Bekerja sama dengan Dinas Kepemudaaan Olahraga dan Pariwisata...

Antisipasi Peredaran PCC, Polisi Sidak Apotek

SEMARANG- Aparat kepolisian semakin mengetatkan pengawasan terhadap peredaran obat Paracetamol, Caffein dan Carisoprodol (PCC). Pasalnya, efek yang ditimbulkan oleh obat ini sangat berbahaya dan...

Coba Layanan Go-Massage

RADARSEMARANG.COM - TIM Go-Jek Semarang yang dipimpin Strategic Regional Head Jateng-DIJ, Delly Nugraha, Rabu (20/12) kemarin berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan...

RS Permata Medika Umrahkan 5 Karyawan

SEMARANG – Menyambut ulang tahun ke-10, Rumah Sakit Permata Medika, Ngaliyan, Semarang memberangkatkan lima karyawan untuk ibadah umrah ke Tanah Suci pada Rabu (26/4)...

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 

Oleh Dahlan Iskan Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri...

Awalnya Kenal di Jalan, Kini Sering Bersepeda Bersama

Para pencinta sepeda lipat tergabung dalam Komunitas Brompton Semarang. Selain rutin bersepeda bersama, komunitas ini kerap berbagi rezeki kepada kaum dhuafa. Seperti apa? M HARIYANTO KOMUNITAS...