Sorot Kerusakan Lahan Pertanian

349

SEMARANG – DPRD menyorot kerusakan lahan pertanian yang berada di wilayah pembangunan tol di Jateng. Kerusakan itu harus menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun Pemprov. Sebab, jika tidak, kondisi tersebut akan membuat lahan semakin tak produktif dan masyarakat yang menjadi korbannya.

Kerusakan lahan terjadi hampir di setiap lahan yang berada di dekat kawasan pembangunan tol di Jateng. Mulai dari Brebes, Batang sampai Semarang dan Solo. Bahkan di daerah Kendal dan kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang banyak pemilik lahan yang mengeluh dengan kondisi tersebut. “Sampai radius 100 meter dekat kawasan pembangunan tol, lahan pertanian mengalami kerusakan dan tidak produktif,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Maruf.

Ia menambahkan, kondisi kerusakan lahan pertanian ini jelas membuat persoalan baru. Bagi mereka yang lahannya dibebaskan dan terkena dampak langsung, jelas tidak masalah karena sudah mendapatkan ganti untung. Tapi kawasan yang tak dibebaskan dan berada di dekat tol, mengalami kerusakan semakin parah. “Banyak yang mengeluh kepada kami. Masalahnya mereka selama ini menggantungkan hidup dari lahan tersebut, jika sekarang rusak, menjadi persoalan serius,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, dewan akan memanggil instansi terkait menyikapi kerusakan lahan pertanian akibat pembangunan tol. Karena bagaimanapun juga, kerusakan itu sangat krusial mengingat Jateng merupakan daerah yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari bertani. Di sepanjang Tuntang ada puluhan pemilik lahan yang lahan pertanian mereka tidak produktif akibat ada pembangunan lahan tol Semarang-Solo. “Kami akan meminta penjelasan ke instansi terkait dan meminta masalah ini dicarikan solusi secepatnya,” tambahnya.

Dewan meminta agar pemerintah baik pusat, maupun provinsi memperhatian kondisi tersebut. Pembangunan tol harus memperhatikan kondisi sekitar dan jangan sampai merusak lingkungan. “Jateng mayoritas lahan pertanian, jika sudah dibangun tol tetap harus memperhatikan kondisinya. Misalnya dengan tetap memperhatikan sumber air dan lainnya,” tambah Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo. (fth/ric)