Satu Suspect Difteri, Jateng Waspada

Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tugurejo

457

“Kalau yang waktu balita belum mendapatkan imunsisasi, pas sudah besar sulit. Kami harus melihat kondisi anak dulu sebelum diberikan imunisasi. Saat ini, di Jateng yang imunisasi baru sekitar 95 persen. Masih ada yang menolak program imunisasi,” terangnya.

Mengenai ketersediaan obat difteri, pihaknya menjamin aman di seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Jateng. Terlebih, Dinkes Jateng juga sudah punya Antidifteri Serum (ADS). “Semoga ke depan tidak ada lagi warga Jateng yang terkena difteri,” harapnya.

Jika ada keluarga atau teman yang mengalami gejala difteri, untuk segera periksa ke dokter. Gejala itu antara lain sesak nafas, demam, radang tenggorokan, terasa sakit saat menelan, hingga amandel tertutup membran abu-abu. “Kalau sudah begitu, segera periksa ke dokter. Tapi yang jelas, gejala itu tidak berarti terkena difteri. Bisa jadi penyakit lain,” tegasnya.

Gubernur Minta Semua Pihak Waspada Difteri

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit difteri. Terlebih difteri sedang merebak di berbagai provinsi di Indonesia, bahkan telah merenggut belasan nyawa manusia.

“Sekarang kami minta semua untuk checking. Karena sebenarnya satu kena, maka sudah KLB (Kejadian Luar Biasa). Jateng baru kali ini ada kasus. Makanya sekarang harus kita serbu, dicari, dan gerakkan semua kekuatan yang ada,” ujarnya.

Dia berharap, bukan hanya Dinkes saja yang turun. Berbagai kelompok masyarakat, anggota PKK, serta Posyandu diminta mengecek kondisi setiap warga masing-masing. Semua harus bisa mencegah penyakit yang disebabkan bakteri corynebacterium diptheriae yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit.

“Sementara ini masih kami cek terus. Begitu ada informasi, kami buka sehingga mereka bisa melaporkan semuanya. Supaya kita tahu ada endemi di tempat-tempat tertentu,” katanya.

Orang nomor satu di Jateng ini menegaskan, seluruh kabupaten/kota di Jateng harus meningkatkan kewaspadaan. Jika ada satu terindentifikasi positif atau diduga difteri, maka semua daerah harus waspada. Sebab, penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa, terutama anak-anak. (den/amu/amh/ida)