Satu Suspect Difteri, Jateng Waspada

Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tugurejo

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG–Satu pasien diduga mengidap difteri, langsung menggegerkan seluruh tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adhyatma MPH atau RSUD Tugurejo sejak Sabtu malam (9/12) kemarin. Pasalnya, penyakit yang disebabkan bakteri corynebacterium diptheriae ini, benar-benar sangat mematikan dan mudah menular bagi siapa saja yang bersentuhan dengan bakteri tersebut.

Difteri adalah infeksi menular yang gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tugurejo, dr Yuswanti MH Sc mengatakan bahwa satu pasien yang diduga mengidap difteri tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan umur 14 tahun. Merupakan pasien rujukan dari salah satu puskemas yang ada di Kabupaten Kendal. Saat dirujuk, pasien tersebut memiliki gejala klinis mirip dengan serangan difteri, yakni demam, menggigil, sakit tenggorokan, sulit bernafas dan lainnya.

“Sejak masuk Sabtu malam (9/12) kemarin, pasien langsung ditangani dan dilakukan pemeriksaan. Masih dugaan, namun kami anggap pasien ini suspect difteri,” katanya Senin siang (11/12) kemarin.

Ia menjelaskan, jika pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan dengan metode prebiologi atau mikro biologi. Kemudian pasien diberikan obat berupa anti difteri serum agar tidak menghasilkan toksin bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.

“Setelah pemeriksaan lanjutan, tidak ditemukan bakteri difteri. Sampai saat ini, pasien masih terus diawasi dengan standar operasional prosedur (SOP), sesuai arahan Menteri Kesehatan dan dilakukan isolasi,” bebernya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -